Yahya Zaini Minta Pemerintah Perbanyak Jumlah Penerima Vaksin Covid-19 Gratis

Jum'at, 11 Desember 2020 - 22:10 WIB
loading...
Yahya Zaini Minta Pemerintah...
Yahya Zaini minta pemerintah perbanyak jumlah penerima vaksin Covid-19 gratis. Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta pemerintah mengubah skema pemberian vaksin Covid-19 untuk masyarakat. Ia meminta agar jumlah penerima vaksin program yang dibiayai pemerintah diperbanyak lagi.

Rencananya, jumlah penerima vaksin program yang dibiayai pemerintah sebesar 30 persen dan 70 persen bersifat mandiri. "Pemerintah seharusnya justru mengutamakan kepentingan rakyat dengan memperbanyak vaksin gratis untuk rakyat terutama bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. Pemerintah tidak boleh berbisnis dengan rakyat dengan memperbesar jumlah vaksin mandiri,” ujar Yahya melalui keterangan tertulisnya kepada MNC Media, Jumat (11/12/2020).

Hal tersebut dikatakan Yahya saat rapat kerja dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto beserta jajaran pemerintah lainnya pada Kamis 10 Desember 2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dengan besarnya persentase penerima vaksin mandiri, Yahya menilai pemerintah tidak punya sensitivitas di tengah krisis ekonomi akibat virus corona .

"Di mana letak keadilan dan rasa empati kepada rakyat yang sekarang hidupnya sedang susah, kenapa harus menarik biaya vaksin kepada rakyat yang tidak mampu. Justru seharusnya yang 70 persen dibantu pemerintah secara gratis sedangkan 30 persen secara mandiri," tegasnya.

(Baca juga: Vaksin Sinovac Tinggal Uji Mutu ).

Lebih lanjut, Yahya menjelaskan, sekarang ini rakyat tidak mampu yang menjadi peserta penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang dibantu pemerintah berjumlah sekitar 127,7 juta orang yang terdiri dari 96,6 juta dibiayai pemerintah pusat sementara 31,1 juta dibiayai oleh pemda.

Belum lagi ada sekitar 20 juta orang yang menjadi peserta Kelas III Mandiri yang menunggak iuran lantaran kesulitan untuk membayar. "Kalau vaksin yang digratiskan hanya untuk 32 juta orang berarti ada sekitar 95 juta orang miskin dan tidak mampu yang harus bayar sendiri atau masuk skema vaksin mandiri, dengan pola semacam ini program Covid-19 tidak akan tepat sasaran," jelas politikus Partai Golkar ini.

(Baca juga: Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah Positif COVID-19, Umumkan Lewat Rekaman Video ).

Yahya meminta pemerintah untuk mengkaji ulang rencana tersebut. Sebab, terdapat pula sekitar 37 persen masyarakat yang masih menolak untuk divaksinasi.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Usul Masa Jabatan...
KPK Usul Masa Jabatan Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Yahya Zaini: Bagi Golkar Itu Sudah Biasa
Kemenkes Deteksi Ada...
Kemenkes Deteksi Ada 72 Kasus Covid-19 Varian Baru di Indonesia
Covid-19 Meningkat di...
Covid-19 Meningkat di Singapura, Thailand, dan Hong Kong, Kemenkes: Indonesia Aman
AstraZeneca Tuai Polemik...
AstraZeneca Tuai Polemik Usai Kasus Pembekuan Darah, BPOM: Sudah Tak Beredar di Indonesia
Mulai 2024 Vaksin Covid-19...
Mulai 2024 Vaksin Covid-19 Tak Gratis, Yerry Tawalujan Berharap Harganya Terjangkau Peserta BPJS
Subvarian Arcturus Muncul,...
Subvarian Arcturus Muncul, Masyarakat Diminta Segera Vaksin Booster
Pandemi Covid-19 Dorong...
Pandemi Covid-19 Dorong Negara Asia Berinovasi dalam Teknologi Medis
Negara Bagian AS Gugat...
Negara Bagian AS Gugat Pfizer atas Klaim Vaksin Covid-19 yang Dianggap Menyesatkan
Pria Ini Disuntik Vaksin...
Pria Ini Disuntik Vaksin Covid-19 Sebanyak 217 Kali, Ini yang Terjadi Padanya
Rekomendasi
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
Covid-19 Varian EG.5...
Covid-19 Varian EG.5 di Singapura Sudah Menyebar ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved