3M dan Vaksinasi Mesti Berjalan Seiring
Jum'at, 11 Desember 2020 - 07:15 WIB
loading...
A
A
A
Cut mengungkapkan, angka kematian komorbid pada masa pandemi ini cukup memprihatinkan. Penderita hipertensi sekitar 11,8% meninggal dengan perburukan karena terinfeksi. Penderita diabetes 10,5%, diikuti penyakit jantung 6,7%, penyakit ginjal 3%, paru kronik 2,3%, kanker 0,5% dan sebagainya.
Pemerintah, ujar Cut, tidak ingin menambah jumlah orang yang meninggal dengan komorbid pada masa pandemi Covid-19 ini. Sebisa mungkin penderita penyakit tidak menular harus menghindar dari situasi yang memperburuk kondisinya, salah satunya menghindari stres. “Banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan di masa pendemi sangat berpengaruh pada ketahanan pangan, ketahanan imunitas. Jangan lupa bahwa stres itu faktor risiko dari hipertensi,” katanya.
Pada kesempatan sama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, penyakit tidak menular dipengaruhi oleh pola hidup masyarakat. Pergeseran pola hidup di masyarakat akan memengaruhi perubahan dalam pola penyakit. “Saat ini telah terjadi perubahan pola penyakit di mana kejadian penyakit tidak menular semakin meningkat,” ucapnya.
Namun, Terawan menekankan bahwa penyakit ini dapat dicegah dan dideteksi sejak awal, apabila individu memahami dan mengetahui apa yang dapat dilakukan secara mandiri. Adapun risiko terjadinya penyakit tidak menular sangat dipengaruhi pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, merokok, dan stres. (Baca juga: Sudah Ada Kredit Anti-Rentenir, Lintah Darat Bakal Kocar-Kacir)
Guna menghindari penyakit tidak menular perlu dilakukan berbagai pendekatan dalam rangka pencegahan, yaitu melalui berbagai upaya promosi kesehatan serta deteksi dini penyakit tidak menular. Perempuan, kata Terawan, menjadi pemegang peran penting untuk memantau kesehatan keluarganya, terutama agar orang dengan penyakit tidak menular tidak terpapar Covid-19 .
“Peran organisasi perempuan adalah salah satu unsur pendukung dalam keberhasilan program kesehatan. Perempuan adalah pemegang peran penting dalam memantau tumbuh kembang anak dan kesehatan keluarga. Diharapkan perempuan dapat menjadi agen perubahan untuk keluarganya sehingga gaya hidup sehat dapat diterapkan sedini mungkin dalam lingkup keluarga dan lingkungan,” imbau Terawan. (Dita Angga/Binti Mufarida)
Pemerintah, ujar Cut, tidak ingin menambah jumlah orang yang meninggal dengan komorbid pada masa pandemi Covid-19 ini. Sebisa mungkin penderita penyakit tidak menular harus menghindar dari situasi yang memperburuk kondisinya, salah satunya menghindari stres. “Banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan di masa pendemi sangat berpengaruh pada ketahanan pangan, ketahanan imunitas. Jangan lupa bahwa stres itu faktor risiko dari hipertensi,” katanya.
Pada kesempatan sama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, penyakit tidak menular dipengaruhi oleh pola hidup masyarakat. Pergeseran pola hidup di masyarakat akan memengaruhi perubahan dalam pola penyakit. “Saat ini telah terjadi perubahan pola penyakit di mana kejadian penyakit tidak menular semakin meningkat,” ucapnya.
Namun, Terawan menekankan bahwa penyakit ini dapat dicegah dan dideteksi sejak awal, apabila individu memahami dan mengetahui apa yang dapat dilakukan secara mandiri. Adapun risiko terjadinya penyakit tidak menular sangat dipengaruhi pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, merokok, dan stres. (Baca juga: Sudah Ada Kredit Anti-Rentenir, Lintah Darat Bakal Kocar-Kacir)
Guna menghindari penyakit tidak menular perlu dilakukan berbagai pendekatan dalam rangka pencegahan, yaitu melalui berbagai upaya promosi kesehatan serta deteksi dini penyakit tidak menular. Perempuan, kata Terawan, menjadi pemegang peran penting untuk memantau kesehatan keluarganya, terutama agar orang dengan penyakit tidak menular tidak terpapar Covid-19 .
“Peran organisasi perempuan adalah salah satu unsur pendukung dalam keberhasilan program kesehatan. Perempuan adalah pemegang peran penting dalam memantau tumbuh kembang anak dan kesehatan keluarga. Diharapkan perempuan dapat menjadi agen perubahan untuk keluarganya sehingga gaya hidup sehat dapat diterapkan sedini mungkin dalam lingkup keluarga dan lingkungan,” imbau Terawan. (Dita Angga/Binti Mufarida)
(ysw)
Lihat Juga :