Tembak Mati 6 Anggota FPI, Refly Harun: Kalau Salah Prosedur Negara Harus Minta Maaf

Kamis, 10 Desember 2020 - 12:18 WIB
loading...
Tembak Mati 6 Anggota...
Refly Harun menyatakan negara harus minta maaf kalau hasil investigasi menunjukkan ada pelanggarn prosedur dalam penembakan mati enam anggot FPI. Foto/youtube
A A A
JAKARTA - Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun mengatakan Mabes Polri sudah mengambil alih kasus enam anggota Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak karena disebut menyerang aparat. Adapun kasus yang terjadi di Jalan Tol Cikampek KM 50 pada Senin 7 Desember 2020 itu sebelumnya ditangani oleh Polda Metro Jaya.

Refly Harun mengatakan, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri sedang melakukan investigasi soal kebenaran prosedur yang digunakan aparat saat peristiwa di Jalan Tol Cikampek KM 50 itu terjadi. "Kita sulit mengatakan apakah ini insiden apakah bentrokan apakah pepet-pepetan dan lain sebagainya, apakah penculikan seperti yang dikatakan FPI, ataukah pembantaian yang versi lebih seram lagi," ujar Refly Harun dalam channel Youtubenya bertajuk “6 LASKAR FPI DITEMBAK DARI JARAK DEKAT DI JANTUNG!! LEBIH DARI SATU LUBANG!! I Pernyataan Pers FPI”.

(Baca: 6 Anggota FPI Ditembak Mati, Refly Harun Desak Bentuk Tim Independen)

"Tapi biarkanlah, serahkanlah kepada tim baik internal maupun eksternal yang ditugaskan, internal sudah dilakukan oleh Mabes Polri, eksternal yaitu Komnas HAM yang sudah bergerak, mereka mengatakan mereka sudah mengantongi sejumlah informasi tetapi tentu belum bisa diumumkan," tambah Refly.

Dia berharap, ada tim independen yang dibentuk untuk melakukan investigasi selain Komnas HAM dan Mabes Polri yang sudah bekerja saat ini. Refly juga berharap, tim independen itu bisa mendapatkan akses seluas-luasnya dalam bekerja.

"Tanpa terganggu dinding-dinding atau tembok-tembok kekuasaan kalau itu memang ada. Tapi mudah-mudahan semuanya berjalan lancar, berjalan baik mendapatkan kebenaran yang sesungguhnya," kata Refly yang merupakan mantan Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) ini.

(Baca: Dunia Sorot Tembak Mati 6 Anggota FPI, Rocky Gerung Minta Presiden Cari Mic)

Karena, menurut dia, negara bertanggung jawab jika unlawful killing alias pembunuhan yang terjadi di luar hukum terbukti pada peristiwa di Jalan Tol Cikampek KM 50 itu. Kemudian, kata dia, negara berkewajiban untuk mengungkapkan sebenar-benarnya peristiwa itu.

"Dan tentu saja negara harus minta maaf sebesar-besarnya kepada keluarga korban seandainya ada kesalahan prosedur yang sebenarnya tidak digunakan sebaik-baiknya prosedur yang sudah baik itu oleh aparat keamanan, marilah kita lihat lagi bagaimana ujung dari pengungkapan kebenaran ini dan kita akan juga bahas informasi-informasi lain yang banyak berseliweran," pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kondisi Roy Suryo dan...
Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa Belum Pulih, Refly Harun Ungkap Penyebabnya
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Kasus Ijazah Palsu Jokowi...
Kasus Ijazah Palsu Jokowi Janggal, Troya Minta Kejati DKI Kembalikan SPDP ke Polisi
Troya Temui Jaksa Peneliti...
Troya Temui Jaksa Peneliti Kejati DKI Jakarta, Refly: Mereka Belum Terima Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berdebat soal Trump,...
Berdebat soal Trump, Seorang Ayah Tembak Mati Putrinya
Rekomendasi
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Berita Terkini
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
6 Poin Pernyataan Roy...
6 Poin Pernyataan Roy Suryo dan Dokter Tifa setelah Penahanan Ditangguhkan
Infografis
Polisi Tembak Mati 6...
Polisi Tembak Mati 6 Orang Diduga Kelompok Pendukung FPI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved