Hari Antikorupsi Sedunia, Ganjar Undang Orang-Orang Jujur dan Hebat
Rabu, 09 Desember 2020 - 22:25 WIB
loading...
Gubernur Ganjar Pranowo saat Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 9 Desember 2020. (Istimewa).
A
A
A
SEMARANG - Momentum peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 9 Desember 2020, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memilih belajar kejujuran dari orang-orang biasa, bahkan pada pemulung dan penjual sayur.
Ganjar secara khusus mengundang orang-orang jujur itu ke rumah dinasnya, Senin (7/12/2020) lalu. Sambil duduk lesehan, Ganjar mendengarkan cerita-cerita orang-orang hebat yang memiliki integritas tinggi itu.
Salah satunya Mulyadi (45), pemulung asal Sukoharjo yang menemukan tas berisi uang sekitar Rp15 juta. Untuk mengembalikannya, ia rela menunggu di pinggir jalan tempat tas itu ditemukan.
Kepada Ganjar, Mulyadi menceritakan bahwa kisahnya terjadi pada 2018 lalu, saat ia sedang mengais rosok sambil menambal jalan di Jalan Raya Solo-Semarang. Ketika itu, ia menemukan dompet jatuh berwarna coklat yang didalamnya berisi uang Rp15 juta.
"Kulo tingali enten duite (saya lihat ada uangnya). Kathah pak, lembaran abang (banyak pak, lembaran merah ratusan ribu). Akhire kulo nunggu sing duwe ning pinggir dalan nganti magrib (saya nunggu pemiliknya di pinggir jalan sampai magrib)," kata Mulyadi.
Ganjar secara khusus mengundang orang-orang jujur itu ke rumah dinasnya, Senin (7/12/2020) lalu. Sambil duduk lesehan, Ganjar mendengarkan cerita-cerita orang-orang hebat yang memiliki integritas tinggi itu.
Salah satunya Mulyadi (45), pemulung asal Sukoharjo yang menemukan tas berisi uang sekitar Rp15 juta. Untuk mengembalikannya, ia rela menunggu di pinggir jalan tempat tas itu ditemukan.
Kepada Ganjar, Mulyadi menceritakan bahwa kisahnya terjadi pada 2018 lalu, saat ia sedang mengais rosok sambil menambal jalan di Jalan Raya Solo-Semarang. Ketika itu, ia menemukan dompet jatuh berwarna coklat yang didalamnya berisi uang Rp15 juta.
"Kulo tingali enten duite (saya lihat ada uangnya). Kathah pak, lembaran abang (banyak pak, lembaran merah ratusan ribu). Akhire kulo nunggu sing duwe ning pinggir dalan nganti magrib (saya nunggu pemiliknya di pinggir jalan sampai magrib)," kata Mulyadi.
Lihat Juga :