Terdampak Pandemi, Pemerintah Pulangkan 14 Mahasiswa Indonesia dari Kamboja
Selasa, 08 Desember 2020 - 16:40 WIB
loading...
A
A
A
"Pengalaman studi di Kamboja merupakan modal untuk meraih kesuksesan yang tentunya disertai dengan ketekunan dan kerja keras, serta pentingnya untuk memperluas networking yang diharapkan dapat membuka akses peningkatan kerjasama dan hubungan bilateral Kamboja dan Indonesia bagi kedua generasi di masa mendatang," ujar Sudirman.
Ketua rombongan mahasiswa Indonesia, Ujang Sarip H mengapresiasi perhatian dan bantuan yang diberikan pemerintah melalui pihak kedutaan. Termasuk bantuan logistik selama menjalani perkuliahan di masa pandemi.
"Kami mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian dan bantuan KBRI Phnom Penh yang senantiasa memberikan dukungan dan bantuan logistik bagi kami di tengah pandemi Covid-19 di Kamboja. Tidak ketinggalan juga pengalaman berharga yang kami peroleh selama studi di Kamboja dan dari berbagai kegiatan di KBRI Phnom Penh yang dapat menjadi bekal bagi kami," ungkap Ujang.
Berdasarkan data lapor diri KBRI Phnom Penh, tercatat keempat belas mahasiswa tersebut berasal dari Kota Cirebon sebanyak 8 orang, Bandung 5 orang, dan Lampung 1 orang. Mereka berasal dari tiga perguruan tinggi, yakni Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) IKMI Cirebon, Politeknik TEDC Bandung, Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Dian Cipta Cendikia (DCC) Bandar Lampung.
Ketua rombongan mahasiswa Indonesia, Ujang Sarip H mengapresiasi perhatian dan bantuan yang diberikan pemerintah melalui pihak kedutaan. Termasuk bantuan logistik selama menjalani perkuliahan di masa pandemi.
"Kami mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian dan bantuan KBRI Phnom Penh yang senantiasa memberikan dukungan dan bantuan logistik bagi kami di tengah pandemi Covid-19 di Kamboja. Tidak ketinggalan juga pengalaman berharga yang kami peroleh selama studi di Kamboja dan dari berbagai kegiatan di KBRI Phnom Penh yang dapat menjadi bekal bagi kami," ungkap Ujang.
Berdasarkan data lapor diri KBRI Phnom Penh, tercatat keempat belas mahasiswa tersebut berasal dari Kota Cirebon sebanyak 8 orang, Bandung 5 orang, dan Lampung 1 orang. Mereka berasal dari tiga perguruan tinggi, yakni Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) IKMI Cirebon, Politeknik TEDC Bandung, Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Dian Cipta Cendikia (DCC) Bandar Lampung.
(maf)
Lihat Juga :