6 Laskar FPI Tewas, Politikus PKS: Harus Dikaji Mendalam dan Terus Dikawal
Selasa, 08 Desember 2020 - 15:01 WIB
loading...
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Dimyati Natakusumah menyatakan, kasus yang menewaskan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) perlu dikaji secara mendalam. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Dimyati Natakusumah menyatakan, kasus penembakan yang menewaskan enam laskar Front Pembela Islam ( FPI ) perlu dikaji secara mendalam dan terus dikawal oleh semua pihak.
Hal ini disampaikannya dalam wawancara bersama Radio Elshinta, Senin malam, (7/12/2020). (Baca juga: Update, Total 2.144 WNI di Luar Negeri Positif Covid-19)
"Jadi ketika melihat kasus ini, kita harus pelajari kerangkanya dulu. Membaca anatomi perkaranya. Melihat substansi, dikaji, ditelaah, semua pihak harus memonitor (perkembangannya)," ucap Dimyati.
"Jangan sampai satu pihak menyatakan A, sedangkan satu pihak B, padahal itu menanggapi satu kasus yang sama. Di sini kan sedang ada paradoks. Kubu FPI menyatakan anggota mereka diculik. Satu pihak lain, yakni polisi, menyatakan ada perlawanan sehingga dibalas," tambahnya.
(Baca juga: Komnas HAM Investigasi Tewasnya Enam Laskar FPI Pengawal Habib Rizieq)
Dimyati menegaskan bahwa dalam merespons kejadian ini, kepolisian harus mengedepankan prinsip penegakan hukum yang humanis dan melaksanakan proses hukum dengan sebaik-sebaiknya, mengingat Indonesia adalah negara hukum. Ia pun sedikit menyayangkan insiden penembakan yang seharusnya bisa dicegah.
Hal ini disampaikannya dalam wawancara bersama Radio Elshinta, Senin malam, (7/12/2020). (Baca juga: Update, Total 2.144 WNI di Luar Negeri Positif Covid-19)
"Jadi ketika melihat kasus ini, kita harus pelajari kerangkanya dulu. Membaca anatomi perkaranya. Melihat substansi, dikaji, ditelaah, semua pihak harus memonitor (perkembangannya)," ucap Dimyati.
"Jangan sampai satu pihak menyatakan A, sedangkan satu pihak B, padahal itu menanggapi satu kasus yang sama. Di sini kan sedang ada paradoks. Kubu FPI menyatakan anggota mereka diculik. Satu pihak lain, yakni polisi, menyatakan ada perlawanan sehingga dibalas," tambahnya.
(Baca juga: Komnas HAM Investigasi Tewasnya Enam Laskar FPI Pengawal Habib Rizieq)
Dimyati menegaskan bahwa dalam merespons kejadian ini, kepolisian harus mengedepankan prinsip penegakan hukum yang humanis dan melaksanakan proses hukum dengan sebaik-sebaiknya, mengingat Indonesia adalah negara hukum. Ia pun sedikit menyayangkan insiden penembakan yang seharusnya bisa dicegah.
Lihat Juga :