Ini Kata Pengamat Intelijen soal Penembakan 6 Anggota Laskar FPI
Selasa, 08 Desember 2020 - 08:06 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, TNI-Polri pun harus memiliki pembacaan dalam konteks intelijen bahwa yang terjadi kemarin dikhawatirkan bagian dari tes ombak atau tes the water untuk suatu aksi perlawanan yang lebih besar dan membahayakan persatuan kesatuan bangsa.
"Oleh karenanya penanganan terhadap organisasi yang mashabnya intoleran dan radikal harus tegas jangan tanggung dan sedapat mungkin terukur," ujar perempuan yang akrab disapa Nuning ini.
(Baca: Amnesty Internasional Desak Polisi Transparan Usut Tewasnya 6 Anggota FPI)
Untuk itu, lanjut Nuning, deteksi dini harus ditingkatkan agar aktifitas organisasi yang diduga melawan undang-undang dapat diatasi sebelum membesar. Baginya, negara menghormati hak-warga negara dalam kehidupan berdemokrasi, tapi Negara RI yang berdasarkan hukum dan konstitusi tidak memiliki toleransi terhadap gerakan atau ormas yang bersendikan radikalime dan intoleransi di negara kita.
"Satu hal lagi, negara tidak boleh kalah dengan premanisme. Apa yang dilakukan Polri sudah sesuai hukum," kata mantan anggota DPR ini.
"Oleh karenanya penanganan terhadap organisasi yang mashabnya intoleran dan radikal harus tegas jangan tanggung dan sedapat mungkin terukur," ujar perempuan yang akrab disapa Nuning ini.
(Baca: Amnesty Internasional Desak Polisi Transparan Usut Tewasnya 6 Anggota FPI)
Untuk itu, lanjut Nuning, deteksi dini harus ditingkatkan agar aktifitas organisasi yang diduga melawan undang-undang dapat diatasi sebelum membesar. Baginya, negara menghormati hak-warga negara dalam kehidupan berdemokrasi, tapi Negara RI yang berdasarkan hukum dan konstitusi tidak memiliki toleransi terhadap gerakan atau ormas yang bersendikan radikalime dan intoleransi di negara kita.
"Satu hal lagi, negara tidak boleh kalah dengan premanisme. Apa yang dilakukan Polri sudah sesuai hukum," kata mantan anggota DPR ini.
(muh)
Lihat Juga :