Yuk, Mengenal Metode Tes Covid-19

Senin, 07 Desember 2020 - 12:57 WIB
loading...
Yuk, Mengenal Metode...
Yuk, Mengenal Metode Tes Covid-19
A A A
JAKARTA - Selama hampir satu tahun ini, metode pemeriksaan Covid-19 masih menyisakan banyak pertanyaan. Keakuratan dan hasil tes yang berbeda kadang masih sering terjadi.

Pada masa pandemi ini, tes untuk mendeteksi keberadaan virus Covid-19 sangat penting dilakukan.Tes ini menjadi salah satu senjata untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 (#satgascovid19 #ingatpesanibu#jagajarak#pakaimasker #jagajarakhindarikerumunan#cucitangan #cucitangandengansabun).

Namun, sudah hampir setahun berjalan, masyarakat masih buat bingung dengan aneka metode tes ini. Pertanyaan-pertanyaan mengenai keakuratan alat-alat pemeriksaan deteksi virus SARS COV-2 ini juga masih sering muncul. Hal ini disebabkan terlalu banyak jenis, bahan brand alat-alat pemeriksaan yang sudah beredar dipasaran.

Menurut dr Muhammad Irhamsyah, Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Bekasi Timur, terdapat dua jenis pemeriksaan untuk deteksi Covid-19 di Indonesia. Pertama yaitu dengan metode rapid (tescepat) dan yang kedua yaitu dengan prinsip tes deteksi materi genetikvirus (PCR “Poly merase Chain Reaction”) atau alat tes material genetik lain yang telah beredar.

Prinsip-prinsip tes laboratorium tersebut memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Adapun metodenya juga terdapat dua metode rapid test, yaitu tes rapid antibodi dengan menggunakan sampel darah atau serum dan tes rapid anti gendengan menggunakan sampel swab. Tes rapid memiliki keunggulan hasil cepat (dalam hitungan menit), mudah dilakukan,dan murah.

Namun, kelemahannya adalah keakuratan hasil yang terkadang masih menjadi pertanyaan untuk masyarakat. Keakuratan suatu tes sangat dipengaruhi oleh faktor seberapa sensitif dan seberapa spesifik suatu alat untuk mendeteksi suatu penyakit. Selain itu,ia menilai keakuratan metode rapid test seharusnya perlu diperhatikan faktor seorang pelaksana tes yang memangkompeten, pelaksanaan waktu dan lokasiyang tepat, serta prosedur pelaksanaan tes yang tepat dan benar.

“Perlu diketahui metode rapid yang digunakan saat ini memang masih perlu kita gunakan, khususnya di lokasi daerah yang tidak tersedia pelayanan PCR,” ungkap dr Muhammad.

Kedua, pemeriksaan deteksi material genetik atau dikenal dengan tes PCR.Tes PCR saat ini adalah realtime PCR yaitu deteksi material genetik SARS-COV2 melalui pengambilan swab pada nasofaring dan orofaring. Prinsip pemeriksaan alat PCR ini adalah mendeteksi materi genetik virus (RNA) secara berulang-ulang sehingga memakan waktu proses hitungan jam dan hasilnya bisa kita lihat secara real time.

“Secara singkat, tes PCR atau tes materi genetik lain adalah suatu metode deteksi penyakit covid-19 yang paling akurat dan diandalkan saat ini karena prinsip deteksinya menggunakan teknologi yang canggih,” tambah dr Muhammad Irhamsyah.

Saat ini pemeriksaan tes PCR adalah satu-satunya prinsip tes yang bisa kita percayakan sebagai hasil tes konfirmasi penyakit paling baik untuk deteksi Covid 19.Namun,perlu diperhatikan untuk beberapa alat deteksi material genetik SARS COV2 lainnya yang beredar di masyarakat dengan menawarkan deteksi yang cepat hanya hitungan menit pada dasarnya masih dalam tahap pembahasan terkait efektivitasnya.

Pelayanan pemeriksaan laboratorium, khususnya PCR ini adalah pelayanan yang dimulai dari tahap pre-analitik yaitu penanganan sampel sebelum memasuki ruangan laboratorium (meliputi pengambilan swab, penanganan atau penyimpanan,dan transportasi pengiriman sampel),analitik,yaitu proses analisis sampel hingga mengeluarkan hasil,dan post analitik, yaitu mengeluarkan hasil pemeriksaan, kemudian diserahkan kepada pasien. Hasil pemeriksaan tes PCR merupakan metode tes dengan hasil keakuratan hingga100%.

“Walaupun tingkat keakuratannya PCR test adalah 100%, perlu diperhatikan hal-hal yang dapat memengaruhi hasil akurasi pemeriksaan PCR test seperti faktor jenis sampel,ketepatan teknik pengambilan sampel,penanganan atau penyimpanan sampel,transport sampel ke laboratorium, sumber daya manusia yang melakukan analisis, prinsip tes alat deteksi,quality control alat,serta standar prosedur operasional yang sesuaidan tepat,” kata dr Muhammad.

Isu lain saat ini di masyarakat adalah mendapatkan hasil tes PCR yang berbeda-beda antar satu laboratorium atau rumah sakit. Terkait Perbedaan ini,tentu kita perlu memperhatikan faktor pre analitik, analitik,dan postanalitik tadi.

“Proses pengambilan,penanganan, penyimpanan,transportasi,dan analisis sampel swab yang tidak tepat akan menyebabkan hasil pemeriksaan yang tidak akurat,”ujarnya.

Namun,yang menjadi masalah dan perlu masyarakat ketahui adalah waktu pengambilan swab yang berbeda akan menyebabkan hasil pemeriksaan yang berbeda. Contohnya seseorang yang melakukan PCR di Primaya Hospital positif namun keesokan harinya melakukan swab dirumah sakit kan, hasilnya negatif.Hal tersebut bisa saja terjadi karena SARS COV2 sudah tidak ada lagi di dalam tubuh orang tersebut.
(atk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masih Pandemi Covid-19,...
Masih Pandemi Covid-19, Polemik Tes PCR Harus Dihentikan
Dari 14 Unit di Awal...
Dari 14 Unit di Awal Pandemi, Kini Ada 700 Laboratorium Tes PCR di Indonesia
Pemudik Kembali ke Jabodetabek...
Pemudik Kembali ke Jabodetabek Akan Dites Antigen di Posko Penyekatan
Tak Cukup Vaksinasi,...
Tak Cukup Vaksinasi, Ini Kunci Keberhasilan Lawan COVID-19
Kerelaan Masyarakat...
Kerelaan Masyarakat Jalani Pemeriksaan, Mampu Putus Rantai Penularan Covid-19
Kasus Terus Meningkat,...
Kasus Terus Meningkat, Fahira Usul Penanganan Covid-19 Dievaluasi
Jarang Dipakai karena...
Jarang Dipakai karena Kasus Covid-19 Terus Turun, Bagaimana Nasib Alat Tes PCR?
Kebijakan Penumpang...
Kebijakan Penumpang Tanpa Wajib Antigen/PCR Mulai Berlaku di Bandara Kualanamu
Ilegal, 2 Gerai Rapid...
Ilegal, 2 Gerai Rapid Tes di Pelabuhan Padangbai Bali Ditutup
Rekomendasi
Jonatan Christie Tembus...
Jonatan Christie Tembus Final Indonesia Open 2026
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Berita Terkini
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025 (Jumat 19 Desember Pukul 14.00 WIB)
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved