Bebal Koruptor dan KPK yang Makin Gahar
Senin, 07 Desember 2020 - 08:10 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, saat Pilkada serentak 2017 juga ada sederet calon kepala daerah petahana maupun bukan petahana yang ditangkap KPK, baik melalui mekanisme OTT maupun bukan OTT. Ironisnya, sederet kasus ini seolah tak membuat para kepala daerah maupun calon kepala daerah lainnya kapok, bahkan makin bebal. Semestinya, meminjam pernyataan Rektor Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) Azhari, bahwa kepala daerah defenitif maupun calon kepala daerah sudah selesai dengan dirinya sendiri, dan tidak melakukan praktik korupsi.
Namun, kebebalan rasanya tetap akan terulang jika pencegahan korupsi masih sekadar retorika, pakta integritas hanya semata tulisan di atas kertas, dan janji/sumpah jabatan hanya ucapan tak bermakna. Malah, tak hanya kepala daerah dan calon kepala kepala daerah yang terbelit kasus korupsi. Teranyar, KPK bahkan meringkus dua menteri di kabinet Jokowi-Maruf yang diduga melakukan praktik korupsi, yakni Menteri KKP Edy Prabowo dan Menteri Sosial Juliari Batubara. (Lihat videonya: Tim Satgas Tinombala Memburu Kelompok MIT)
Bebal tak berkesudahan ini tentunya jelas-jelas dimulai dari niat dan pikiran, atau dengan kata lain korupsi sejak dalam pikiran. Semoga saja peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 9 Desember bukan sekadar perayaan dan seremonial. Semangat antikorupsi harus tetap menyala seriring makin gaharnya KPK memberangus para koruptor.
Namun, kebebalan rasanya tetap akan terulang jika pencegahan korupsi masih sekadar retorika, pakta integritas hanya semata tulisan di atas kertas, dan janji/sumpah jabatan hanya ucapan tak bermakna. Malah, tak hanya kepala daerah dan calon kepala kepala daerah yang terbelit kasus korupsi. Teranyar, KPK bahkan meringkus dua menteri di kabinet Jokowi-Maruf yang diduga melakukan praktik korupsi, yakni Menteri KKP Edy Prabowo dan Menteri Sosial Juliari Batubara. (Lihat videonya: Tim Satgas Tinombala Memburu Kelompok MIT)
Bebal tak berkesudahan ini tentunya jelas-jelas dimulai dari niat dan pikiran, atau dengan kata lain korupsi sejak dalam pikiran. Semoga saja peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 9 Desember bukan sekadar perayaan dan seremonial. Semangat antikorupsi harus tetap menyala seriring makin gaharnya KPK memberangus para koruptor.
(ysw)
Lihat Juga :