Libur Panjang, Satgas Ungkap Perilaku 3M Masyarakat Menurun
Jum'at, 04 Desember 2020 - 16:49 WIB
loading...
A
A
A
Wiku mengatakan, Indonesia menjadi negara satu-satunya yang mencatat perubahan perilaku di masyarakat terkait 3M. "Indonesia satu-satunya sekarang yang di dunia yang mencatat perubahan perilaku yang terjadi di masyarakat, yang lainnya enggak," ujarnya.
"Karena logikanya begini, jangan tunggu sampai virusnya berhasil menimbulkan korban. Nah caranya gimana? Jangan sampai dia bisa menularkan, maka dilihat dari 3M-nya. Dan kita punya sistem untuk membaca di seluruh Indonesia perubahan perilaku itu. Seperti berapa puluh persen yang menggunakan masker, ternyata masih rendah," jelas Wiku.
Dari analisa kata Wiku, ternyata setiap usai libur panjang maka perubahan perilaku 3M justru menurun. "Dan ternyata yang lebih parah lagi setelah kita analisis kemarin, baru saja kemarin kita analisis ternyata setiap setelah selesai liburan panjang, perubahan perilakunya untuk pakai masker dan jaga jarak turun," jelasnya.
"Ada libur panjang lagi turun, libur panjang lagi turun. Kalau terus seperti ini, di ujungnya adalah nol, apa yang terjadi? Kasusnya pasti sangat tinggi. Jadi kembali lagi pada kunci perilaku itu penting sekali," tambahnya.
Jadi masyarakat, tegas Wiku, harus terus belajar dari pengalaman. "Kita semua enggak ada yang tahu sekarang kita belajar. Mari kita sekarang dongkrak perubahan perilaku, kalau enggak, nanti akan ada banyak orang terpapar. Kita nggak mentolerir seperti itu," tegasnya.
"Karena logikanya begini, jangan tunggu sampai virusnya berhasil menimbulkan korban. Nah caranya gimana? Jangan sampai dia bisa menularkan, maka dilihat dari 3M-nya. Dan kita punya sistem untuk membaca di seluruh Indonesia perubahan perilaku itu. Seperti berapa puluh persen yang menggunakan masker, ternyata masih rendah," jelas Wiku.
Dari analisa kata Wiku, ternyata setiap usai libur panjang maka perubahan perilaku 3M justru menurun. "Dan ternyata yang lebih parah lagi setelah kita analisis kemarin, baru saja kemarin kita analisis ternyata setiap setelah selesai liburan panjang, perubahan perilakunya untuk pakai masker dan jaga jarak turun," jelasnya.
"Ada libur panjang lagi turun, libur panjang lagi turun. Kalau terus seperti ini, di ujungnya adalah nol, apa yang terjadi? Kasusnya pasti sangat tinggi. Jadi kembali lagi pada kunci perilaku itu penting sekali," tambahnya.
Jadi masyarakat, tegas Wiku, harus terus belajar dari pengalaman. "Kita semua enggak ada yang tahu sekarang kita belajar. Mari kita sekarang dongkrak perubahan perilaku, kalau enggak, nanti akan ada banyak orang terpapar. Kita nggak mentolerir seperti itu," tegasnya.
(maf)
Lihat Juga :