Tak Direstui Megawati Jadi Calon Presiden 2024, Ganjar Berpotensi Dicalonkan Parpol Lain

Jum'at, 04 Desember 2020 - 16:40 WIB
loading...
Tak Direstui Megawati...
Ganjar Pranowo. Foto/Dok SINDO
A A A
JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berpotesi diusung partai politik untuk menjadi calon presiden 2024 , jika partai tempatnya bernaung saat ini, PDIP , enggan mengusungnya. Elektabilitas Ganjar yang tinggi di sejumlah suvei capres menjadi modal untuk bertarung menuju RI-1.

Saat ini, Ganjar Pranowo dinilai terus berusaha meningkatkan elektabilitas dan popularitasnya. Manuver politik juga terus dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah. Terakhir, dia bertemu khusus dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di rumah dinasnya, Rabu (2/12/2020) malam.

(Baca juga : Soal Peluang di Pilpres 2024, Ganjar Dibandingkan dengan Jokowi )

Ganjar juga terus meningkatkan popularitasnya di kalangan anak muda dengan cukup aktif di berbagai kegiatan, termasuk aktif berselancar di media sosial (medsos) baik YouTube, Instagram, Twitter maupun Facebook.

(Baca juga : Khabib Nurmagomedov: Beri Aku Rp1,41 Triliun, Aku Guncang UFC! )

Di akun Instagram @ganjar_pranowo yang terverifikasi, misalnya, jumlah pengikutnya sudah mencapai 3,2 juta. Sementara di akun Twitter @ganjarpranowo jumlah pengikutinya mencapai 1,7 juta. Di akun YouTube @Ganjar Pranowo, jumlah subscribe-nya mencapai 845.000. Dan di laman Facebook-nya, jumlah yang menyukai mencapai 751.000. Sementara hasil survei sejumlah lembaga survei juga menempatkan nama Ganjar Pranowo dengan tingkat elektabilitas teratas.

(Baca juga : Pengamat: Sulit Membayangkan Ganjar Pranowo Jadi 'Kampret atau Kadrun' di 2024 )

Tak Direstui Megawati Jadi Calon Presiden 2024, Ganjar Berpotensi Dicalonkan Parpol Lain

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin mengatakan, jika elektabilitas Ganjar Pranowo terus meningkat dan dirinya ternyata tidak mendapatkan restu dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk maju dalam Pilpres 2024, bukan suatu yang mustahil jika nantinya Ganjar maju atau diusung parpol lain.

(Baca juga: Jangan-Jangan Pilpres 2024 Megawati vs Prabowo ).

"Itu semuanya serba mungkin. Di politik itu selalu dinamis dan selalu cair. Dan biasanya partai-partai politik itu, partai mana pun itu akan mencari sosok atau figur yang memiliki popularitas dan elektabilitas yang tinggi. kedua, kalau bisa tidak berkasus atau relatif kasusnya sedikit sehingga minim diserang oleh lawan politik," tuturnya.

Persoalan lain yang tidak kalah pelik adalah kemungkinan Ganjar bakal terganjal oleh restu Megawati. Ujang bahkan mengaku mendengar kabar bahwa Megawati kurang berkenan dengan meroketnya elektabilitas Ganjar. "Kemarin saya dapat kabar dari orang dalam PDIP, dalam satu pertemuan dengan Megawati dan Ganjar, di situ ada Effendi Simbolon (politikus PDIP), dan ketika Ganjar masuk, Effendi Simbolon mengatakan, 'ini calon presiden kita'. Lalu Megawati mukanya langsung merah. Artinya tidak berkenan dalam konteks itu," tuturnya.

(Baca juga: Megawati Dinilai Sedang Cemas Elektabilitas Puan Masih Rendah ).

Ujang menilai, kejadian itu sudah bisa dijadikan sebagai indikasi bahwa Ganjar akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan restu politik dari Megawati Soekarnoputri sebagai pemegang kendali tertinggi di partai berlambang banteng moncong putih.

Apakah jika Ganjar nantinya nekat maju lewat kendaraan parpol lain justru menjadi blunder politik karena selama ini Ganjar dibesarkan oleh partai banteng moncong putih? "Itulah yang sulit, tapi saya melihat Ganjar lagi bergerak, bukan hanya lagi meningkatkan elektabilitasnya, tapi bisa juga elektabilitasnya lagi dikatrol, bisa saja misalkan. Kita ini memahami psikologis lembaga survei," katanya.

Ujang mengatakan, jika survei Ganjar Pranowo selalu berada di posisi tertinggi di semua lembaga survei, kemudian ketika dia maju lewat partai lain apakah tetap tinggi elektabilitasnya, hal ini masih menjadi pertanyaan. "Tapi biasanya para politisi itu akan mengambil langkah di tikungan, di akhir-akhir, bermain di ujung," urainya.

Pertemuan Ganjar dengan AHY, misalnya, hal itu juga bisa dimaknai sebagai upaya Ganjar dalam meningkatkan elektabilitas. "Apalagi AHY kita tahu bagian dari parpol (Demokrat) yang tidak disukai PDIP, lawan politik PDIP, lalu ketemu hari ini, itu sebenarnya menjadi hal yang complicated juga bagi Ganjar. Saya melihat Ganjar ini sedang mem-push elektabilitasnya hingga tinggi sehingga nanti partai mana pun yang akan meminang, dia akan ambil, meskipun bukan PDIP. Bahwa nanti menang atau kalah, itu lain persoalan karena ini sifatnya politik, apa pun bisa terjadi," tuturnya.

(Untuk mengisi survei calon Presiden 2024 pilihan Anda, silakan klik di sini ).

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini, dalam konteks Ganjar, kalau elektabilitasnya tinggi dan PDI Perjuangan ternyata tidak berkenan untuk mengusung karena ada Puan Maharani, bukan hal mustahil jika ada partai lain yang memberikan restu, Ganjar akan mengambilnya dengan berbagai konsekuensi politiknya.

"Karena ukuran dalam politik itu kan elektabilitas. Jadi kalau elektabilitas Ganjar tinggi, lalu PDIP tidak mencalonkan, lalu dia nganggur tidak dicalonkan buat apa? Itu logika sederhananya. Kalau nggak nyalon, paling ya (dapat jatah) menteri, tapi itu kan pemberian dari ketum partai," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Qodari Ungkap Makna...
Qodari Ungkap Makna Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati di Hari Lahir Pancasila
Momen Prabowo Bincang...
Momen Prabowo Bincang dengan Megawati, Gibran, hingga JK saat Hari Lahir Pancasila
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Jokowi Tak Hadir di...
Jokowi Tak Hadir di Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ternyata Ini Alasannya
Momen Hangat Prabowo-Megawati,...
Momen Hangat Prabowo-Megawati, Tertawa hingga Bergandeng Tangan
Prabowo, Megawati Hadiri...
Prabowo, Megawati Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, SBY dan Jokowi Tak Terlihat
Gubernur Pramono Anung...
Gubernur Pramono Anung Bersama Megawati Resmikan Taman Bendera Pusaka
14 Gelar Kehormatan...
14 Gelar Kehormatan Megawati, dari Waseda Jepang hingga Kampus Wanita Terbesar di Dunia
Diminta Megawati Sumbang...
Diminta Megawati Sumbang Rp2 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera, Pramono: Sami'na Wa Atho'na
Rekomendasi
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Siapa Bill Pulte? Direktur...
Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Jadi Agen Rahasia
Berita Terkini
Presiden Prabowo Bakal...
Presiden Prabowo Bakal Terima Surat Kepercayaan 17 Dubes Negara Sahabat Pekan Ini
Hari Ini Noel Divonis...
Hari Ini Noel Divonis terkait Kasus Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Segel Mobil Mewah
Penyidik KPK Datangi...
Penyidik KPK Datangi Rumah Silmy Karim di Jalan Brawijaya Jaksel
Relawan Jokowi Sebut...
Relawan Jokowi Sebut Tudingan Roy Suryo Cs Soal Ijazah Jokowi Menguras Energi
Breaking News! Silmy...
Breaking News! Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
Infografis
5 Negara Terancam setelah...
5 Negara Terancam setelah Donald Trump Kembali Jadi Presiden AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved