Tak Direstui Megawati Jadi Calon Presiden 2024, Ganjar Berpotensi Dicalonkan Parpol Lain
Jum'at, 04 Desember 2020 - 16:40 WIB
loading...
A
A
A
Ujang mengatakan, jika survei Ganjar Pranowo selalu berada di posisi tertinggi di semua lembaga survei, kemudian ketika dia maju lewat partai lain apakah tetap tinggi elektabilitasnya, hal ini masih menjadi pertanyaan. "Tapi biasanya para politisi itu akan mengambil langkah di tikungan, di akhir-akhir, bermain di ujung," urainya.
Pertemuan Ganjar dengan AHY, misalnya, hal itu juga bisa dimaknai sebagai upaya Ganjar dalam meningkatkan elektabilitas. "Apalagi AHY kita tahu bagian dari parpol (Demokrat) yang tidak disukai PDIP, lawan politik PDIP, lalu ketemu hari ini, itu sebenarnya menjadi hal yang complicated juga bagi Ganjar. Saya melihat Ganjar ini sedang mem-push elektabilitasnya hingga tinggi sehingga nanti partai mana pun yang akan meminang, dia akan ambil, meskipun bukan PDIP. Bahwa nanti menang atau kalah, itu lain persoalan karena ini sifatnya politik, apa pun bisa terjadi," tuturnya.
(Untuk mengisi survei calon Presiden 2024 pilihan Anda, silakan klik di sini ).
Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini, dalam konteks Ganjar, kalau elektabilitasnya tinggi dan PDI Perjuangan ternyata tidak berkenan untuk mengusung karena ada Puan Maharani, bukan hal mustahil jika ada partai lain yang memberikan restu, Ganjar akan mengambilnya dengan berbagai konsekuensi politiknya.
"Karena ukuran dalam politik itu kan elektabilitas. Jadi kalau elektabilitas Ganjar tinggi, lalu PDIP tidak mencalonkan, lalu dia nganggur tidak dicalonkan buat apa? Itu logika sederhananya. Kalau nggak nyalon, paling ya (dapat jatah) menteri, tapi itu kan pemberian dari ketum partai," pungkasnya.
Pertemuan Ganjar dengan AHY, misalnya, hal itu juga bisa dimaknai sebagai upaya Ganjar dalam meningkatkan elektabilitas. "Apalagi AHY kita tahu bagian dari parpol (Demokrat) yang tidak disukai PDIP, lawan politik PDIP, lalu ketemu hari ini, itu sebenarnya menjadi hal yang complicated juga bagi Ganjar. Saya melihat Ganjar ini sedang mem-push elektabilitasnya hingga tinggi sehingga nanti partai mana pun yang akan meminang, dia akan ambil, meskipun bukan PDIP. Bahwa nanti menang atau kalah, itu lain persoalan karena ini sifatnya politik, apa pun bisa terjadi," tuturnya.
(Untuk mengisi survei calon Presiden 2024 pilihan Anda, silakan klik di sini ).
Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini, dalam konteks Ganjar, kalau elektabilitasnya tinggi dan PDI Perjuangan ternyata tidak berkenan untuk mengusung karena ada Puan Maharani, bukan hal mustahil jika ada partai lain yang memberikan restu, Ganjar akan mengambilnya dengan berbagai konsekuensi politiknya.
"Karena ukuran dalam politik itu kan elektabilitas. Jadi kalau elektabilitas Ganjar tinggi, lalu PDIP tidak mencalonkan, lalu dia nganggur tidak dicalonkan buat apa? Itu logika sederhananya. Kalau nggak nyalon, paling ya (dapat jatah) menteri, tapi itu kan pemberian dari ketum partai," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :