Masih Ada Masyarakat Ragukan COVID-19, Satgas: Komunikasi yang Dibangun Belum Efektif
Jum'at, 04 Desember 2020 - 16:09 WIB
loading...
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan bahwa bangsa Indonesia memiliki budaya dan cara berpikir yang berbeda-beda. Foto/BNPB
A
A
A
JAKARTA - Sembilan bulan pandemi COVID-19 berlangsung ternyata masih ada masyarakat di Indonesia yang meragukan virus Corona. Bahkan, beberapa waktu lalu Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Doni Monardo mengungkapkan masih ada provinsi yang tidak percaya dengan pandemi COVID-19.
Bahkan, menganggap pandemi global itu sebagai sebuah konspirasi dan rekayasa. Hal ini juga diperkuat dengan adanya survei dari Badan Pusat Statistik belum lama ini mengeluarkan hasil survei yang menemukan sebanyak 17% orang Indonesia yakin tidak akan terpapar COVID-19. (Baca juga:Obama, Bush, Clinton dan Biden Siap Divaksin Covid-19 Live di TV)
Menanggapi hal itu, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan bahwa bangsa Indonesia memiliki budaya dan cara berpikir yang berbeda-beda.
“Saya nggak ingin mengatakan excuse tapi saya mau mengatakan bahwa Indonesia itu negara besar nomor 4 di dunia,” ujar Wiku dalam diskusi “Pandemi Belum Berakhir: Patuhi Protokol Kesehatan!” dari Media Center Satgas COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Jumat (4/12/2020).
“Jadi masyarakat yang jumlahnya banyak, budayanya sangat beragam, bahasanya satu bahasa Indonesia, meskipun banyak bahasa daerah, budaya nya banyak,” kata Wiku.
Bahkan, menganggap pandemi global itu sebagai sebuah konspirasi dan rekayasa. Hal ini juga diperkuat dengan adanya survei dari Badan Pusat Statistik belum lama ini mengeluarkan hasil survei yang menemukan sebanyak 17% orang Indonesia yakin tidak akan terpapar COVID-19. (Baca juga:Obama, Bush, Clinton dan Biden Siap Divaksin Covid-19 Live di TV)
Menanggapi hal itu, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan bahwa bangsa Indonesia memiliki budaya dan cara berpikir yang berbeda-beda.
“Saya nggak ingin mengatakan excuse tapi saya mau mengatakan bahwa Indonesia itu negara besar nomor 4 di dunia,” ujar Wiku dalam diskusi “Pandemi Belum Berakhir: Patuhi Protokol Kesehatan!” dari Media Center Satgas COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Jumat (4/12/2020).
“Jadi masyarakat yang jumlahnya banyak, budayanya sangat beragam, bahasanya satu bahasa Indonesia, meskipun banyak bahasa daerah, budaya nya banyak,” kata Wiku.
Lihat Juga :