Sama Menyerang Imunitas Tubuh, Waspadai HIV-AIDS di Masa Pandemi COVID-19
Jum'at, 04 Desember 2020 - 15:47 WIB
loading...
A
A
A
Bagaimana dengan pengidap HIV, jika terinfeksi COVID-19?
Orang pengidap HIV mudah sekali terinfeksi COVID-19, karena sistem kekebalan tubuhnya yang sudah sangat lemah.
Di masa pandemi COVID-19 ini, ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS) yang memiliki kerentanan potensial terinfeksi Virus COVID-19 diberikan layanan pencegahan dan pengendalian infeksi dikarenakan Komorbiditas/penyakit penyerta yang lazim ditemukan pada ODHA dan akan memperburuk risiko kematian ODHA jika terpapar virus COVID-19, layanan itu sendiri dilaksanakan sesuai standar kewaspadaan pencegahan dan pengendalian infeksi.
Meskipun saat ini belum ada bukti yang menunjukan peningkatan risiko infeksi terhadap COVID-19 dan peningkatan perburukan penyakit untuk ODHA, ODHA tetap disarankan untuk mengambil tindakan pencegahan dengan menjalankan protokol kesehatan dengan pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan pakai sabun, mencari perawatan medis saat bergejala, isolasi diri jika kontak dengan seseorang yang terpapar COVID-19.
Untuk ODHA yang menggunakan ANTIRETROVIRAL (ARV) obat yang dapat memperlambat perkembangan virus dan memperpanjang umur, harus memastikan bahwa mereka memiliki paling sedikit 30 hari stok ARV jika suplai 3 sampai 6 bulan tidak tersedia dan pastikan vaksinasi yang harus di perbaharui, ODHA yang belum memulai pengobatan untuk segera memulai pengobatannya, sehingga setidaknya dapat mengurangi komplikasi komorbit.
Orang pengidap HIV mudah sekali terinfeksi COVID-19, karena sistem kekebalan tubuhnya yang sudah sangat lemah.
Di masa pandemi COVID-19 ini, ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS) yang memiliki kerentanan potensial terinfeksi Virus COVID-19 diberikan layanan pencegahan dan pengendalian infeksi dikarenakan Komorbiditas/penyakit penyerta yang lazim ditemukan pada ODHA dan akan memperburuk risiko kematian ODHA jika terpapar virus COVID-19, layanan itu sendiri dilaksanakan sesuai standar kewaspadaan pencegahan dan pengendalian infeksi.
Meskipun saat ini belum ada bukti yang menunjukan peningkatan risiko infeksi terhadap COVID-19 dan peningkatan perburukan penyakit untuk ODHA, ODHA tetap disarankan untuk mengambil tindakan pencegahan dengan menjalankan protokol kesehatan dengan pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan pakai sabun, mencari perawatan medis saat bergejala, isolasi diri jika kontak dengan seseorang yang terpapar COVID-19.
Untuk ODHA yang menggunakan ANTIRETROVIRAL (ARV) obat yang dapat memperlambat perkembangan virus dan memperpanjang umur, harus memastikan bahwa mereka memiliki paling sedikit 30 hari stok ARV jika suplai 3 sampai 6 bulan tidak tersedia dan pastikan vaksinasi yang harus di perbaharui, ODHA yang belum memulai pengobatan untuk segera memulai pengobatannya, sehingga setidaknya dapat mengurangi komplikasi komorbit.
Lihat Juga :