Kasus Aktif Indonesia Lebih Baik dari Rata-Rata Dunia

Rabu, 02 Desember 2020 - 12:57 WIB
loading...
Kasus Aktif Indonesia...
Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Coronavirus Disease 2019 Prof Wiku Adisasmito, Indonesia sebelumnya sudah mampu mengendalikan kasus positif nasional.
A A A
JAKARTA - Tantangan kenaikan kasus positif Covid-19 saat ini dialami berbagai negara di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, Indonesia sebelumnya sudah mampu mengendalikan kasus positif nasional. Dari data per 30 November 2020, kasus aktif di Indonesia sempat ada tren penurunan. Namun kembali mengalami kenaikan kasus pada minggu kedua November.

"Meski demikian, saat ini angka kasus aktif di Indonesia masih berada di bawah rata-rata dunia dengan selisih sebesar 15,27%. Selain melihat masalah Covid-19 dari tingkat nasional, kita perlu melihat dengan kacamata elang, lebih luas, dan komprehensif yaitu dengan melihat kondisi terkini di negara-negara lainnya," ungkap Wiku saat memberikan keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, sebagaimana juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/12/2020).

Melihat data perbandingan, kasus aktif Indonesia berada di kisaran 13,25%. Angak itu lebih rendah jika dibandingkan negara-negara di Eropa seperti Belgia (90,64%) dan Perancis (90,36%), yang sedang berada pada puncak kenaikan kasus. Yang mana, kedua negara itu persentase kasus aktifnya sudah melebihi 90%. Bahkan membandingkan dengan negara besar lainnya, dan memiliki kesamaan karakteristik dengan Indonesia, yakni Amerika Serikat berada di kisaran 39,06%. "Atau (Amerika Serikat) 3 kali lipat dari angka kasus aktif di Indonesia," imbuh Wiku.

Lalu, membandingkan sejumlah negara di Asia Timur, seperti Korea Selatan (17,60%), Jepang (14,44%) dan Hongkong (13,65%) yang tengah mengalami tren kenaikan kasus. Jika melihat grafiknya, terlihat jelas di 3 negara itu ada fluktuasi dalam tren kasus aktif. "Hal ini membuktikan bahwa negara-negara tersebut masuk dalam second wave , yang banyak terjadi di beberapa negara di benua Eropa dan sebagian Asia," lanjutnya.

Terakhir, jika melihat kasus aktif di Meksiko, terlihat pada grafiknya, ada tren kenaikan kasus yang cukup tajam dilihat dari ujung grafik yang menukik. Data perbandingan ini, kata Wiku sebagai pembelajaran bagi masyarakat. Bahwa pandemi Covid-19 masih terus berlangsung. Dan masyarakat diminta tidak lengah.

"Dari data nasional dan dunia, bisa kita ambil pelajaran, bahwa pandemi Covid-19 masih ada, dan ada dimana-mana. Tidak kenal umur, tidak kenal orang, cepat atau lambat, jika seseorang lengah maka akan menjadi penderita selanjutnya," tegas Wiku.

Menurutnya, pemerintah memahami bahwa masyarakat sudah jenuh dan lelah menghadapi pandemi ini. "Namun bukan berarti kita harus kalah. Tetap jaga semangat untuk terus memutus rantai penularan," pesan Wiku.
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPB Tarik Utang Luar...
BNPB Tarik Utang Luar Negeri Rp949 Miliar Buat Alat Deteksi Gempa dan Tsunami
Update Korban Bencana...
Update Korban Bencana Sumatera: 1.200 Orang Meninggal Dunia, 143 Masih Hilang
Kepala BNPB Minta Kepala...
Kepala BNPB Minta Kepala BPBD Tak Diisi Sekda: Tugasnya Bakal Overload!
Pemulihan Sumut Pascabencana,...
Pemulihan Sumut Pascabencana, BNPB Dorong Percepatan Pembangunan Huntap, Huntara, hingga Infrastruktur
6 Wilayah di Pulau Sumatera...
6 Wilayah di Pulau Sumatera Masih Terisolasi Akibat Akses Darat Terputus, Bantuan Dikirim via Udara
Klaster Nasional Bantu...
Klaster Nasional Bantu Percepatan Penanganan Darurat Pascabencana Sumatera
15 Ribu Hektare Lahan...
15 Ribu Hektare Lahan Hangus Akibat Karhutla di Aceh dan Riau
Cuaca Ekstrem Picu Banjir...
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah dalam 2 Hari
Cuaca Ekstrem Masih...
Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Banjir dan Angin Kencang Landa Bogor hingga Pati
Rekomendasi
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
The Legend Continues...
The Legend Continues Bergulir di Semarang, Team RS-Telkomsel 5G Siap Hadapi Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Berita Terkini
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved