Paham Soal KKP, Sosok Ini Berpotensi Jadi Kuda Hitam Pengganti Edhy Prabowo

Senin, 30 November 2020 - 12:40 WIB
loading...
Paham Soal KKP, Sosok...
Paham soal Perikanan dan Kelautan, Deputi Bidang Sumber Daya Maritim Kemenko Marves Safri Burhanuddin berpotensi menggantikan Edhy Prabowo. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Hingar bingar siapa Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) definitif pengganti Edhy Prabowo terus menjadi sorotan publik saat ini. Sejumlah nama mulai bermunculan di media massa beberapa hari terakhir terkait siapa calon orang nomor satu di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut.

Mulai dari nama Menteri KP 2014-2019 Susi Pudjiastuti, politisi, aktivis nelayan serta akademisi dari berbagai kampus terus mewarnai prediksi publik untuk calon nakhoda baru KKP. Saat ini jabatan Menteri KP Ad Interim dipegang oleh Menko Maritim dan Investasi (Marves) Luhut B Panjaitan. (Baca juga: Menteri Pengganti Edhy Prabowo Disarankan Bukan Representasi Parpol)

Di luar beberapa nama tersebut ada satu nama yang kerap dilupakan publik namun bisa menjadi kuda hitam dalam kandidat pilihan Presiden Joko Widodo sebagai Menteri KP. Dia adalah Deputi Bidang Sumber Daya Maritim Kemenko Marves,Safri Burhanuddin. Sebagai orang yang berpengalaman di bidang kelautan dan perikanan, pria kelahiran Makassar 1961 itu patut dipertimbangkan menjadi Menteri KP. Menurut mantan Ketua Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) Renaldi Bahri Tambunan, Safri merupakan sosok yang tepat untuk menjalankan visi Presiden Jokowi di sektor kelautan dan perikanan. (Baca juga: Edhy Prabowo Tersangka, Kursi Menteri Kelautan dan Perikanan untuk Siapa?)

“Pos Menteri Kelautan dan Perikanan harus diisi oleh orang yang berpengalaman dan mengerti betul soal kelautan dan perikanan. Kriteria itu sangat diperlukan untuk mewujudkan Poros Maritim Dunia dan Pemulihan Ekonomi Nasional khususnya di bidang sumber daya kelautan kita,” ucap Renaldi dalam keterangannya, Senin (30/11/2020). (Baca juga: Publik Tak Peduli Siapa Pengganti Edhy Prabowo di KKP)

Safri yang merupakan Marine geology di Université de Bretagne-Occidentale, Prancis itu mengawali karir birokrasinya di KKP saat awal berdiri di era Presiden Abdurrachman Wahid (Gus Dur). Kemudian sempat ke Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) dan akhirnya berlabuh di Kemenko Marves sejak 2014.

Renaldi yang pernah berkolaborasi dengan Kemenko Marves (dulu kemaritiman) dalam program Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) di 2015 sangat memahami bagaimana kinerja Safri. Acara tersebut berakhir dengan sukses dan menjadi program rutin Kemenko Marves hingga 2019. “Pak Safri saya lihat sebagai orang yang visioner dalam menjalankan program-program yang memajukan sektor kelautan kita. Dia juga bisa bekerja sama dengan siapa saja. Saya kira karakter ini yang diperlukan sesuai arahan presiden. Pengalaman sebagai Ketua ISOI (Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia-red) merupakan modal yang progresif bahkan inovatif dalam mengelaborasi peran akademisi dan mencetak kader-kader bidang kelautan perikanan,” tambah dia.

Safri menjabat sebagai Deputi SDM, Iptek dan Budaya Maritim Kemenko Kemaritiman pada periode 2014-2019. Saat ini, nama deputinya berubah menjadi Sumber Daya Maritim dan banyak mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan tupoksi KKP.



Perintah Preisden Jokowi untuk Menteri KP Edhy Prabowo di 2019 ialah memperbaiki komunikasi dengan nelayan dan majukan sektor perikanan budidaya. Berbagai program telah dijalankan oleh Edhy Prabowo sesuai instruksi tersebut, hanya saja bekas Ketua Komisi IV DPR itu belum tuntas dalam pencapaiannya.

Renaldi berharap, Safri bisa mengemban tugas itu nantinya jika pilihan presiden jatuh kepada dirinya. “Dengan pengalaman dan kapasitasnya saya kira itu sangat menentukan visi kelautan kita mau dibawa ke mana ke depannya. Saya kira Pak LBP juga berharap Menteri KP definitif merupakan orang yang bisa diajak kerja sama dan sudah terjalin komunikasi yang baik,” pungkas Renaldi.

Senada, akademisi Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan Palu, Yeldi S. Adel, menyebut Safri merupakan sosok akademisi-birokrat yang layak menjadi Menteri KP definitif. “Banyak akademisi tapi belum memiliki pengalaman di bidang birokrasi. Untuk Pak Safri saya melihat ada keduanya. Tentu basic itu akan cepat menerjemahkan seluruh araha presiden ke dalam program-program yang konkret,” kata Yeldi.

Sambung dia, track record Safri setahun terakhir ini juga bisa dilihat dalam mengoordinasikan sektor kelautan dan perikanan. Misalnya dalam penanganan Sungai Citarum dan pemulihan ekonomi nasional melalui Indonesia Coral Reef Garden (ICRG). Terlihat dua program ini berjalan dengan baik. “Dalam pembenahan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di beberapa daerah di Indonesia, Pak Safri juga banyak terlibat. Yang paling kelihatan salah satunya di Kepulauan Natuna yang merupakan kawasan strategis dalam aspek geopolitik dan geoekonomi kita,” terangnya.

Yeldi menambahkan, Safri juga terlihat turut menggenjot produksi garam nasional kita agar Indonesia tidak bergantung lagi pada garam impor. “Begitu juga dalam sektor perikanan budidaya, Pak Safri terlihat begitu masif melakukan koordinasi dalam mewujudkan perintah presiden di sektor ini, salah satunya target produksi udang 250 persen di tahun 2024. Pembenahan sektor kelautan dan perikanan ke depan tentu membutuhkan menteri yang tidak hanya teori tapi juga mampu bekerja cepat,” tandas Yeldi.

Sepak terjang Safri tentunya akan mendapat perhitungan. Kandidat kuda hitam dalam percaturan menebak siapa pengganti Edhy layak disematkan kepadanya. ”Kita tinggal tunggu langkah yang akan ditetapkan oleh Presiden Jokowi beserta masukan-masukan dari tim dan para pembantunya. Tentu sektor kelautan dan perikanan yang maju dan membawa kesejahteraan buat bangsa menjadi harapan kita semua,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penyidik KPK Limpahkan...
Penyidik KPK Limpahkan Berkas Perkara Budiman Bayu Prasojo Tersangka Bea Cukai ke JPU
KPK Cecar Maruf Cahyono...
KPK Cecar Ma'ruf Cahyono terkait Penerimaan Uang selama Jabat Sekjen MPR
KPK Ungkap Dugaan Intervensi...
KPK Ungkap Dugaan Intervensi BPK Pusat dalam Kasus Perubahan Opini Audit Pemkab Muara Enim
KPK Belum Menahan Eks...
KPK Belum Menahan Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono usai Pemeriksaan, Ini Alasannya
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
Eksekusi Vonis 4,5 Penjara,...
Eksekusi Vonis 4,5 Penjara, KPK Jebloskan Noel ke Lapas Sukamiskin
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Rekomendasi
Cape Verde Tantang Argentina...
Cape Verde Tantang Argentina di Babak 32 Besar, Akankah Kejutan Berlanjut?
AS Bidik Tuan Rumah...
AS Bidik Tuan Rumah Piala Dunia 2038
Raffi Ahmad Donasi Rp250...
Raffi Ahmad Donasi Rp250 Juta untuk Wanita Korban Penyiksaan Taufik Hidayat
Berita Terkini
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Mutasi Polri Juni 2026:...
Mutasi Polri Juni 2026: Kombes Aris Supriyono Jabat Kabid Propam Polda Metro Jaya
Mensesneg Ungkap Pemicu...
Mensesneg Ungkap Pemicu Maraknya PHK di Indonesia
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Infografis
7 Nama Sangat Diperhitungkan...
7 Nama Sangat Diperhitungkan Jadi KSAD Pengganti Maruli Simanjuntak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved