PBNU Kutuk Penyerangan yang Tewaskan Satu Keluarga di Sigi
Minggu, 29 November 2020 - 14:07 WIB
loading...
A
A
A
Sikap seperti ini, kata Robikin, hanya akan melahirkan saling curiga dan merusak persatuan dan kesatuan bangsa yang pada gilirannya dapat merembet menjadi gangguan keamanan serius.
Menurutnya, pengalaman pahit konflik agama di Poso cukup menjadi sejarah kelam di masa lalu. "Mari ambil sebagai pelajaran. Mari perkuatan anyaman kebersamaan kita sebagai sesama anak bangsa dan sebagai saudara dalam kemanusiaan. Perkuat toleransi dan saling menghormati satu sama lain," katanya.
Karena itu, generasi penerus bangsa lebih berhak menyerap energi postif dari kita. "Bukan luka dan dendam sejarah," katanya.
Menurutnya, pengalaman pahit konflik agama di Poso cukup menjadi sejarah kelam di masa lalu. "Mari ambil sebagai pelajaran. Mari perkuatan anyaman kebersamaan kita sebagai sesama anak bangsa dan sebagai saudara dalam kemanusiaan. Perkuat toleransi dan saling menghormati satu sama lain," katanya.
Karena itu, generasi penerus bangsa lebih berhak menyerap energi postif dari kita. "Bukan luka dan dendam sejarah," katanya.
(abd)
Lihat Juga :