Presiden Jokowi: Meski Junior, ASN Cekatan Harus Tampil di Depan
Minggu, 29 November 2020 - 13:15 WIB
loading...
A
A
A
"Dari channel normal ke channel ekstra normal. Dari cara-cara biasa menjadi cara-cara luar biasa, dari prosedur panjang dan berbelit menjadi smart shortcut yang cerdas dan sigap. Cara baru tersebut harus memanfaatkan teknologi, terutama teknologi digital," kata Jokowi.
Lebih lanjut, mantan Wali Kota Solo itu berpesan agar ASN dapat mempercepat transformasi digital. Abdi negara juga diminta lebih adaptif, terampil dengan mengedepankan inovasi dan kreativitas.(Baca juga: Jokowi ke Anggota Korpri: Keterbatasan Jangan Jadi Penghalang untuk Bekerja )
"Selain itu, reformasi struktural sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi, regulasi yang rumit dan menghambat kreativitas kerja harus dipangkas dan disederhanakan," kata Jokowi.
"Kelembagaan pemerintahan yang gemuk tumpang tindih dan tidak efisien harus segera diintegrasikan. Jenjang eselonisasi yang panjang harus dipangkas untuk mempercepat pengambilan keputusan. SOP yang panjang dan kaku harus diringkas dan fleksibel dan berorientasi pada hasil," katanya.
Lebih lanjut, mantan Wali Kota Solo itu berpesan agar ASN dapat mempercepat transformasi digital. Abdi negara juga diminta lebih adaptif, terampil dengan mengedepankan inovasi dan kreativitas.(Baca juga: Jokowi ke Anggota Korpri: Keterbatasan Jangan Jadi Penghalang untuk Bekerja )
"Selain itu, reformasi struktural sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi, regulasi yang rumit dan menghambat kreativitas kerja harus dipangkas dan disederhanakan," kata Jokowi.
"Kelembagaan pemerintahan yang gemuk tumpang tindih dan tidak efisien harus segera diintegrasikan. Jenjang eselonisasi yang panjang harus dipangkas untuk mempercepat pengambilan keputusan. SOP yang panjang dan kaku harus diringkas dan fleksibel dan berorientasi pada hasil," katanya.
(abd)
Lihat Juga :