Sssttt..Infonya Istana Sudah Kantongi 3 Nama Calon Kapolri, Ini Daftarnya?

Jum'at, 27 November 2020 - 17:57 WIB
loading...
Sssttt..Infonya Istana...
Istana Negara. Dok Sindonews
A A A
JAKARTA - Pihak Istana dikabarkan sudah mengantongi tiga nama calon kapolri penganti Jenderal Idham Azis yang akan pensiun pada Januari 2021. Kabar tersebut disampaikan pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin kepada Sindonews, Jumat (27/11/2020).

(Baca Juga: IPW Sebut Tantangan Calon Kapolri Selanjutnya Adalah Persoalan Internal Polri)

Menurut dia, tiga nama calon Kapolri yang sudah dikantongi Istana adalah Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono , Kepala Baharkam Polri Komjen Pol Agus Andianto dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar. “Info yang saya dapat Istana mereka sudah mengantongi tiga calon kuat Kapolri. Mereka adalah Pak Gatot, Pak Agus dan Pak Boy,” ujar Ujang.

(Baca Juga: Melihat Peluang Calon Kapolri Pasca Pencopotan Dua Kapolda)

Soal tidak adanya nama Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dideretan nama-nama tersebut, Ujang mengaku tidak mengetahui. Yang jelas dia melihat masih terjadi tarik menarik yang sangat kuat. “Kita tidak tahu apakah peta politik akan berubah atau tidak yang jelas semua keputusan tergatung Presiden Jokowi,” tandas Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini.

(Baca Juga: Kompolnas Ungkap Kriteria Ideal Kapolri Pengganti Idham Azis)

Menurut Ujang, masing-masing calon tentu mempunyai kekurangan dan kelebihan. Tapi yang jelas kata dia, orang yang dipilih menjadi Kapolri adalah orang yang dekat dengan Presiden. Dengan kata lain, orang tersebut bisa mengamankan kebijakan Presiden. Kemudian juga “bisa diatur”.

(Baca juga : Cek di Sini! Tips Ampuh Membuat Jamu Tolak Miskin di Hari Tua )

Misalnya, mengamankan orang-orang Presiden yang terkena kasus supaya jangan diusut. Di situlah nilai politisnya. “Kalau saya, melihat sederhana. Yang penting, chemistry atau kedekatan dengan Presiden. Soal mereka melobi jalur A, B, C itu namanya usaha dan itu sah-sah saja," ujar Ujang.

(Baca Juga: Kriteria Calon Kapolri Pernah Menjabat Kapolda di Pulau Jawa dan Jenderal Bintang Tiga)

Selain kedekatan, ada juga jalur lobi dan kerja-kerja profesional. Soal geng-gengan atau kelompok juga berpengaruh. Misalnya, geng angkatan, itu juga kencang.

“Jadi, ada tiga poin yang saya tanggap. Pertama, lobi sudah benar, kerja profesional juga benar, kemudian sama kedekatan. Nah, dari tiga poin itu, saya melihatnya kedekatan yang paling utama. Sebab, kalau Kapolri yang dipilih tidak membuat nyaman Presiden, buat apa?," tutupnya.
(ymn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Akan Bertemu...
Prabowo Akan Bertemu Presiden Jerman Frank Walter Steinmeier di Istana Besok, Bahas Apa?
Prabowo Terima Surat...
Prabowo Terima Surat Kepercayaan 9 Duta Besar Negara Sahabat
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Usulan Masa Jabatan...
Usulan Masa Jabatan Kapolri 3 Tahun Dinilai Mereduksi Hak Prerogatif Presiden
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
Dari Satlantas Manado...
Dari Satlantas Manado ke Propam, Karier Moncer Polwan Iptu Priscilla Tissy Atotoy
Rekomendasi
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
3 Penyebab Para Jenderal...
3 Penyebab Para Jenderal Israel Sudah Tak Ingin Serang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved