Soal Penolakan Habib Rizieq di Daerah, Ini Arahan Mabes Polri
Rabu, 25 November 2020 - 17:08 WIB
loading...
Karopenmas Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono menanggapi sejumlah aksi massa yang menolak kehadiran imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono menanggapi sejumlah aksi massa yang menolak kehadiran Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, menyusul rencana safari dakwah diberbagai wilayah di Indonesia.
(Klik ini untuk ikuti survei SINDOnews tentang Calon Presiden 2024)
Menurut Awi, pihaknya menyerahkan kepada jajaran kepolisian di wilayah masing-masing untuk dapat menyikapi aksi massa tersebut. (Baca juga: Menteri Edhy Prabowo Ditangkap KPK, MUI: Menyedihkan)
"Jadi kalau dinamika-dinamika yang ada di lapangan tentunya para Kepala satuan Wilayah, Kapolda, Kapolres itu kemudian akan menyikapi hal tersebut," kata Awi di Mabes Polri, Rabu (25/11/2020).
(Baca juga: Persiapan Vaksinasi Covid-19, Kemenkes Tingkatkan Kompetensi Tenaga Medis)
Awi menjelaskan, jajaran kepolisian di setiap wilayah memiliki fungsi dan peran masing-masing untuk melihat situasi di lapangan. Karena itu semua pimpinan kepolisian di daerah tahu langkah yang seharusnya diambil.
"Kami dorong untuk pimpinan wilayah untuk memberikan penilaian sendiri, punishmen, kapan dia harus preemtif, kapan dia harus preventif, kapan harus operasi penegakkan hukum," ujarnya.
(Klik ini untuk ikuti survei SINDOnews tentang Calon Presiden 2024)
Menurut Awi, pihaknya menyerahkan kepada jajaran kepolisian di wilayah masing-masing untuk dapat menyikapi aksi massa tersebut. (Baca juga: Menteri Edhy Prabowo Ditangkap KPK, MUI: Menyedihkan)
"Jadi kalau dinamika-dinamika yang ada di lapangan tentunya para Kepala satuan Wilayah, Kapolda, Kapolres itu kemudian akan menyikapi hal tersebut," kata Awi di Mabes Polri, Rabu (25/11/2020).
(Baca juga: Persiapan Vaksinasi Covid-19, Kemenkes Tingkatkan Kompetensi Tenaga Medis)
Awi menjelaskan, jajaran kepolisian di setiap wilayah memiliki fungsi dan peran masing-masing untuk melihat situasi di lapangan. Karena itu semua pimpinan kepolisian di daerah tahu langkah yang seharusnya diambil.
"Kami dorong untuk pimpinan wilayah untuk memberikan penilaian sendiri, punishmen, kapan dia harus preemtif, kapan dia harus preventif, kapan harus operasi penegakkan hukum," ujarnya.
Lihat Juga :