Menteri Edhy Prabowo Ditangkap KPK, MUI: Menyedihkan
Rabu, 25 November 2020 - 13:24 WIB
loading...
Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menyatakan, berita tertangkapnya orang nomor satu di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) oleh KPK, jelas-jelas sangat mengejutkan dan menyedihkan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) , Anwar Abbas menyatakan, berita tertangkapnya orang nomor satu di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) oleh KPK, jelas-jelas sangat mengejutkan dan menyedihkan.
"Mengejutkan karena yang bersangkutan adalah seorang menteri dan menyedihkan karena ini suatu pertanda bahwa praktik korupsi di negeri ini benar-benar sudah luar biasa hebat, meluas dan ganasnya serta sudah seperti membudaya di dunia birokrasi," tutur Anwar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/11/2020). (Baca juga: Menterinya Ditangkap KPK, Jokowi: Kita Hormati Proses Hukum)
Anwar mengaku heran mengapa mereka tega berbuat demikian. Apakah mereka tidak punya hati nurani karena negeri ini tengah dilanda wabah Covid-19 di mana negara sangat-sangat membutuhkan dana yang besar untuk membantu dan menolong orang-orang yang sakit dan termiskinkan oleh pandemi Covid-19. (Baca juga: Ini Sosok Edhy Prabowo, Orang Kepercayaan Prabowo Subianto yang Ditangkap KPK)
”Mereka dengan tega mencuri dan mengambil uang negara untuk memperkaya diri dan kelompok serta relasinya. Kalau praktik-praktik KKN ini tidak bisa kita atasi maka pertanyaannya mau kemana negeri ini? Bukankah kita dulu melakukan Reformasi pada 1998 karena kita sudah muak dengan praktik-praktik korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) sehingga kita sudah bertekad untuk memberantasnya sampai ke akarnya," ujar dia. (Baca juga: KPK Tangkap Menteri Edhy Prabowo Bersama Keluarga di Bandara Soetta)
"Mengejutkan karena yang bersangkutan adalah seorang menteri dan menyedihkan karena ini suatu pertanda bahwa praktik korupsi di negeri ini benar-benar sudah luar biasa hebat, meluas dan ganasnya serta sudah seperti membudaya di dunia birokrasi," tutur Anwar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/11/2020). (Baca juga: Menterinya Ditangkap KPK, Jokowi: Kita Hormati Proses Hukum)
Anwar mengaku heran mengapa mereka tega berbuat demikian. Apakah mereka tidak punya hati nurani karena negeri ini tengah dilanda wabah Covid-19 di mana negara sangat-sangat membutuhkan dana yang besar untuk membantu dan menolong orang-orang yang sakit dan termiskinkan oleh pandemi Covid-19. (Baca juga: Ini Sosok Edhy Prabowo, Orang Kepercayaan Prabowo Subianto yang Ditangkap KPK)
”Mereka dengan tega mencuri dan mengambil uang negara untuk memperkaya diri dan kelompok serta relasinya. Kalau praktik-praktik KKN ini tidak bisa kita atasi maka pertanyaannya mau kemana negeri ini? Bukankah kita dulu melakukan Reformasi pada 1998 karena kita sudah muak dengan praktik-praktik korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) sehingga kita sudah bertekad untuk memberantasnya sampai ke akarnya," ujar dia. (Baca juga: KPK Tangkap Menteri Edhy Prabowo Bersama Keluarga di Bandara Soetta)

Lihat Juga :