Begini Alasan PKS Usulkan Kembali RUU Minol

Selasa, 24 November 2020 - 16:23 WIB
loading...
Begini Alasan PKS Usulkan...
PKS menyatakan selama ini tidak ada undang-undang tentang minuman beralkohol yang mengatur secara nasional. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Badan Legislasi DPR tengah membahas Rancangan Undang-Undang tentang Larangan Minuman Beralkohol ( RUU Minol ). RUU ini sebelumnya sudah pernah dibahas di DPR lima tahun lalu, namun akhirnya kandas. Kini, tiga partai politik yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Gerindra kembali mengusulkan RUU tersebut.

Anggota Fraksi PKS DPR Nasir Djamil mengatakan, pada 2015 lalu, RUU ini kandas karena ada perbedaan pandangan dan sikap dari fraksi-fraksi yang ada di DPR. ”Kita juga tidak saling menyalahkan, tidak saling memojokkan, tidak saling menyudutkan terkait dengan gagalnya rancangan undang-undang ini disahkan dalam periode 5 tahun yang lalu,” ujar Nasir Djamil yang hadir secara virtual dalam Diskusi Legislasi dengan tema Pro Kontra RUU Minol di Media Center Parlemen, Selasa (24/11/2020).

(Baca: Fraksi PPP Tegaskan RUU Minol Bukan Atas Nama Agama)

Politikus asal Aceh ini mengatakan, Fraksi PKS bersama PPP dan Gerindra kemudian mengajukan kembali inisiasi RUU tersebut. Menurutnya, PKS memiliki tiga langkah yakni pertama keumatan, kerakyatan, dan keindonesiaan.

”Jadi tiga hal ini memang harus diakomodir oleh Fraksi PKS di DPR, dan tentu saja masalah minuman beralkohol ini, itu masalah-masalah keumatan. Jadi ormas-ormas Islam, ormas-ormas keagamaan yang mencoba menyampaikan aspirasi soal ini kepada fraksi di DPR,” tuturnya.

Pihaknya menyadari bahwa 5 tahun lalu gagal sehingga pihaknya bersama fraksi pengusul lainnya menyusun naskah akademik RUU tersebut. ”Dua kali kami sudah bertemu dengan Badan Legislasi, ada dua catatan. Pertama tentang tujuan, kejelasan tujuan dari pada rancangan undang-undang ini. Kedua adalah soal apakah undang-undang ini nanti bisa diterapkan atau bisa diaplikasikan,” urainya.

(Baca: Suara Minor Fraksi PDIP dan Golkar terhadap RUU Minol)

Secara khusus, para pengusul dalam rapat terakhir dengan Baleg sudah meminta untuk menyempurnakan atau membantu rancangan naskah akademis dan RUU tersebut.

Diakuinya, dari pertemuan terakhir dengan Baleg, ada beberapa fraksi yang belum memiliki pandangan sama. ”Yang secara langsung menyampaikan dukungannya itu di luar PPP, Gerindra dan PKS dan Partai Amanat Nasional melalui Bapak Ali Taher, juru bicaranya pada waktu itu di Badan Legislasi,” katanya.

( Klik link ini untuk Ikuti survei SINDOnews tentang calon presiden 2024 )

Nasir Djamil mengatakan, selama ini tidak ada undang-undang tentang minuman beralkohol yang mengatur secara nasional, namun berserakan di beberapa peraturan perundang-undangan. ”Ada Undang-Undang tentang Kesehatan, kemudian juga ada Peraturan Menteri dan lain sebagainya. Jadi kita ingin mengumpulkan sebenarnya yang berserakan ini,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga ingin memberikan teladan kepada daerah-daerah yang sudah mendahului DPR untuk membuat peraturan daerah terkait dengan minuman beralkohol ini. “Jadi, sebenarnya adalah pengendaliannya dan penyalahgunaannya,” pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sekjen PKS: Pemilih...
Sekjen PKS: Pemilih Muda Jadi Kunci, Kader Harus Siap Menangkan Pemilu 2029
PKS Ajak Gema Keadilan...
PKS Ajak Gema Keadilan Jadi Inkubator Pemimpin Muda
Presiden PKS soal Perpres...
Presiden PKS soal Perpres 111/2025: Langkah Tepat Pemerintah Jadikan Kampanye LGBTQ Ancaman Nonmiliter
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
PKS Minta Fenomena Calon...
PKS Minta Fenomena Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang di PTN Jadi Evaluasi SPMB 2026
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Peduli Keselamatan Pemudik,...
Peduli Keselamatan Pemudik, PKS Dirikan Posko Pelayanan Mudik Gratis
Pimpin PKS Jabar, Abah...
Pimpin PKS Jabar, Abah Iwan: Pelayanan, Advokasi, dan Keberpihakan Adalah Napas Perjuangan Kita
Legawa Hasil Pilkada...
Legawa Hasil Pilkada Jakarta, PKS: Semoga Pemimpin Baru Melayani Rakyat
Rekomendasi
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
Elma Agustin Buka Suara...
Elma Agustin Buka Suara Soal Tak Diajak Reuni Princess, Singgung Cara Komunikasi
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Berita Terkini
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved