BPIP: Penyelenggara Negara Wajib Tanamkan Nilai Pancasila lewat Keadilan Sosial
Senin, 23 November 2020 - 17:38 WIB
loading...
Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo mengingatkan para ASN dan penyelenggara negara harus menanamkan nilai Pancasila melalui kebijakan untuk mewujudkan keadilan sosial. Foto/ilustrasi.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengingatkan bahwa aparatur sipil negara ( ASN ) juga memiliki peran penting dalam penanaman nilai-nilai Pancasila.
”Sebagai ASN atau abdi negara, kita adalah pengawal, penjaga, dan benteng dalam penanaman nilai-nilai Pancasila. Harus menjadi teladan. Karakter seseorang ditentukan dari pendidikan yang diberikan,” tutur Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo dalam diskusi bertajuk Aktualisasi Nilai Pancasila di Lingkungan ASN, Senin (23/11/2020).
( klik link ini Ikuti survei sindonews tentang calon presiden 2024 )
Lebih lanjut, rohaniwan Katolik itu menjelaskan bahwa salah satu masalah yang dihadapi bangsa ini adalah rendahnya literasi. Apalagi, di era digitalisasi saat ini, banyak informasi atau berita bohong (hoaks) yang marak disebarkan oknum dengan maksud dan tujuan tertentu.
“Problem kita sekarang ini adalah literasi kita rendah. Negara kita majemuk namun jika tidak kritis dalam menghadapi kekayaan dan keberagaman ini khususnya dalam penyebaran informasi maka hoax akan menghancurkan semuanya. Diera digitalisasi orang kehilangan kedalaman, literasi, dan percaya informasi bohong,” tegasnya.
(Baca: Wakil Kepala BPIP: Orang Toleran Cenderung Lebih Bahagia)
”Sebagai ASN atau abdi negara, kita adalah pengawal, penjaga, dan benteng dalam penanaman nilai-nilai Pancasila. Harus menjadi teladan. Karakter seseorang ditentukan dari pendidikan yang diberikan,” tutur Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo dalam diskusi bertajuk Aktualisasi Nilai Pancasila di Lingkungan ASN, Senin (23/11/2020).
( klik link ini Ikuti survei sindonews tentang calon presiden 2024 )
Lebih lanjut, rohaniwan Katolik itu menjelaskan bahwa salah satu masalah yang dihadapi bangsa ini adalah rendahnya literasi. Apalagi, di era digitalisasi saat ini, banyak informasi atau berita bohong (hoaks) yang marak disebarkan oknum dengan maksud dan tujuan tertentu.
“Problem kita sekarang ini adalah literasi kita rendah. Negara kita majemuk namun jika tidak kritis dalam menghadapi kekayaan dan keberagaman ini khususnya dalam penyebaran informasi maka hoax akan menghancurkan semuanya. Diera digitalisasi orang kehilangan kedalaman, literasi, dan percaya informasi bohong,” tegasnya.
(Baca: Wakil Kepala BPIP: Orang Toleran Cenderung Lebih Bahagia)
Lihat Juga :