Massa Habib Rizieq, Parpol Islam, dan Pemilu 2024
Senin, 23 November 2020 - 09:31 WIB
loading...
A
A
A
Mahfuz melanjutkan, Gelora sebagai partai politik bukan saja memerlukan dukungan terhadap gagasan tersebut, tapi juga dukungan suara pada pemilu. Tetapi, lanjut dia, dukungan suara terhadap Gelora lebih didasari pada penerimaan terhadap gagasan memajukan Indonesia sebagai kekuatan dunia. "Jadi bukan atas dasar afiliasi politik identitas ataupun politik primordial," kata Mahfuz.
Lebih lanjut Mahfuz mengatakan, situasi pembelahan dan konflik politik sejak Pilpres 2014, Pilgub DKI Jakarta 2017 dan Pilpres 2019 belum berakhir. "Bahkan sekarang memanas lagi setelah kepulangan HRS. Partai Gelora berpendapat situasi ini harus segera diakhiri karena akan merugikan kepentingan nasional," ungkapnya.
Menurut dia, semua pihak harus berpikir jernih dan berhati dingin. Indonesia, lanjut dia, sedang menghadapi krisis kesehatan dan resesi ekonomi yang belum tahu akan berakhir kapan.
"Islah adalah solusi terbaik. Apa pun pangkal soalnya, islah adalah tuntunan agama untuk menyelesaikan perbedaan dan pertengkaran. Seringkali saat para pihak sudah duduk dan makan bareng, banyak salah paham dan salah info bisa diselesaikan dengan baik," tuturnya.
(Baca juga: Habib Rizieq Diimbau Swab Test, FPI: Beliau Sehat Walafiat ).
Mahfuz menjelaskan, Partai Gelora justru berpandangan agar parpol jangan memancing di air keruh, memanfaatkan situasi untuk kepentingan suara partainya. Karena, sambung Mahfuz, sudah ada parpol yang membujuk HRS masuk partai.
"Bukan solusi yang ditawarkan, tapi malah siraman bensin yang akan makin memanaskan situasi. Jika situasi pembelahan dan konflik ini sudah berakhir, saya kira HRS memahami betul posisi dan kekuatannya. Jangan-jangan para pendukung HRS punya aspirasi kuat untuk membentuk partai sendiri dengan ciri khas amar ma’ruf nahi munkar-nya," pungkasnya.
Lebih lanjut Mahfuz mengatakan, situasi pembelahan dan konflik politik sejak Pilpres 2014, Pilgub DKI Jakarta 2017 dan Pilpres 2019 belum berakhir. "Bahkan sekarang memanas lagi setelah kepulangan HRS. Partai Gelora berpendapat situasi ini harus segera diakhiri karena akan merugikan kepentingan nasional," ungkapnya.
Menurut dia, semua pihak harus berpikir jernih dan berhati dingin. Indonesia, lanjut dia, sedang menghadapi krisis kesehatan dan resesi ekonomi yang belum tahu akan berakhir kapan.
"Islah adalah solusi terbaik. Apa pun pangkal soalnya, islah adalah tuntunan agama untuk menyelesaikan perbedaan dan pertengkaran. Seringkali saat para pihak sudah duduk dan makan bareng, banyak salah paham dan salah info bisa diselesaikan dengan baik," tuturnya.
(Baca juga: Habib Rizieq Diimbau Swab Test, FPI: Beliau Sehat Walafiat ).
Mahfuz menjelaskan, Partai Gelora justru berpandangan agar parpol jangan memancing di air keruh, memanfaatkan situasi untuk kepentingan suara partainya. Karena, sambung Mahfuz, sudah ada parpol yang membujuk HRS masuk partai.
"Bukan solusi yang ditawarkan, tapi malah siraman bensin yang akan makin memanaskan situasi. Jika situasi pembelahan dan konflik ini sudah berakhir, saya kira HRS memahami betul posisi dan kekuatannya. Jangan-jangan para pendukung HRS punya aspirasi kuat untuk membentuk partai sendiri dengan ciri khas amar ma’ruf nahi munkar-nya," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :