Tak Hanya Senjata, TNI AD Dibekali Pelatihan Ini untuk Menangi Perang Digital
Sabtu, 21 November 2020 - 05:03 WIB
loading...
A
A
A
Di tempat yang sama, peneliti dan pengajar program Vokasi Humas UI, Devie Rahmawati menambahkan, dari hasil studi digital yang dilakukan pihaknya, mengonfirmasi bahwa publik memang mengharapkan untuk dekat dengan TNI. Jika pengguna gadget mengetik di laman pencari (search engine) kata TNI Angkatan Darat, hanya dalam waktu 0,6 detik saja mesin pencari menampilkan lebih dari 4,1 juta data terkait kata kunci tersebut.
Jika dibedah lebih lanjut dalam tren pencarian maka akan didapat dari 10 sajian utama di laman mesin pencari 4 di antaranya rekrutmen TNI AD dan video trending yang banyak dicari adalah latihan tempur. “Melalui riset lanjutan, pencarian ini berhubungan dengan kebanggaan publik terhadap sosok yang mampu memberikan rasa aman,” katanya.
Dia melihat para peserta siap menjadi ‘duta besar’ bukan hanya untuk kesatuan TNI AD, tetapi juga Indonesia. Mengingat Program Manunggal hingga TMMD misalnya, saat ini terus menjadi jejak sejarah kedekatan TNI AD, yang tertanam dengan baik di hati publik. Namun, hari ini dan masa datang, peperangan baru siap menantang. ”Peperangan untuk merebut kepercayaan di benak setiap anak bangsa. TNI AD tidak lagi membekali diri hanya dengan senjata darat, namun harus mampu memenangkan ‘tarung’ di arena digital,” ucap Devie yang juga kordinator Trainer dan Mentor.
Dalam pelatihan ini juga dilakukan kontes foto “Talent War”, yang diikuti 45 peserta. Penilaian diberikan atas tiga kategori yaitu portrait, teknik foto dan dokumentasi kegiatan. Seleksi yang dilakukan selama proses pelatihan menghasilkan tiga pemenang. “Melalui kontes ini, kami menemukan bahwa para pemenang telah mampu menguasai teknik-teknik dasar foto dari mulai pemilihan elemen, pencahayaan hingga kemampuan melakukan directing subjek foto. Sehingga hasil foto tidak hanya berkarakter namun mampu menangkap atmosfer momen. Ini menjadi modal membangun reputasi di tengah-tengah budaya visual yang kuat,” tutupnya
Jika dibedah lebih lanjut dalam tren pencarian maka akan didapat dari 10 sajian utama di laman mesin pencari 4 di antaranya rekrutmen TNI AD dan video trending yang banyak dicari adalah latihan tempur. “Melalui riset lanjutan, pencarian ini berhubungan dengan kebanggaan publik terhadap sosok yang mampu memberikan rasa aman,” katanya.
Dia melihat para peserta siap menjadi ‘duta besar’ bukan hanya untuk kesatuan TNI AD, tetapi juga Indonesia. Mengingat Program Manunggal hingga TMMD misalnya, saat ini terus menjadi jejak sejarah kedekatan TNI AD, yang tertanam dengan baik di hati publik. Namun, hari ini dan masa datang, peperangan baru siap menantang. ”Peperangan untuk merebut kepercayaan di benak setiap anak bangsa. TNI AD tidak lagi membekali diri hanya dengan senjata darat, namun harus mampu memenangkan ‘tarung’ di arena digital,” ucap Devie yang juga kordinator Trainer dan Mentor.
Dalam pelatihan ini juga dilakukan kontes foto “Talent War”, yang diikuti 45 peserta. Penilaian diberikan atas tiga kategori yaitu portrait, teknik foto dan dokumentasi kegiatan. Seleksi yang dilakukan selama proses pelatihan menghasilkan tiga pemenang. “Melalui kontes ini, kami menemukan bahwa para pemenang telah mampu menguasai teknik-teknik dasar foto dari mulai pemilihan elemen, pencahayaan hingga kemampuan melakukan directing subjek foto. Sehingga hasil foto tidak hanya berkarakter namun mampu menangkap atmosfer momen. Ini menjadi modal membangun reputasi di tengah-tengah budaya visual yang kuat,” tutupnya
(cip)
Lihat Juga :