Tak Hanya Senjata, TNI AD Dibekali Pelatihan Ini untuk Menangi Perang Digital

loading...
Tak Hanya Senjata, TNI AD Dibekali Pelatihan Ini untuk Menangi Perang Digital
Puluhan personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) mengikuti pelatihan kehumasan dan jurnalistik di Universitas Indonesia (UI). Foto/SINDOnews/r ratna purnama
A+ A-
DEPOK - Puluhan personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) mengikuti pelatihan kehumasan dan jurnalistik gelombang pertama. Pelatihan ini diikuti oleh 87 orang dari berbagai satuan penerangan TNI AD.

Acara ini dihadiri oleh Kadispenad, Brigjen TNI Nefra Firdaus, Stf Bindik Spersad Letkol Inf Nurrohman, Wakil Direktur Bidang Sumberdaya Ventura dan Administrasi Umum Vokasi UI Anthony Sihombing dan Ketua Lembaga Vokasi Universitas Indonesia (UI) Diaz Pranita. (Baca juga: MNC Group Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk Personel Dispenad)

Dalam sambutannya, Kadispenad Brigjen TNI Nefra Firdaus mengatakan, setelah pelatihan ini diharapkan personel TNI AD semakin meningkatkan kemampuan memahami keinginan dan dinamika masyarakat. “Kami berharap, peserta pelatihan dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama 3 minggu baik dalam tugasnya sehari-hari sebagai personel penerangan dan secara pribadi selalu berupaya meningkatkan kompetensi dirinya di bidang jurnalistik,” katanya, Jumat (20/11/2020). (Baca juga: Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer)

Wakil Direktur Program Vokasi UI, Anthony Sihombing mengatakan, pelatihan ini menghadirkan 25 trainer. Mereka tidak hanya memberikan materi teori, namun membimbing para peserta untuk mempraktikkan secara langsung materi yang sudah diberikan. ”Setiap materi yang diberikan terdapat materi uji, yang kemudian akan diakumulasi sebagai penilaian akhir yang akan tercantum dalam sertifikat pelatihan,” katanya. (Baca juga: Kadispenad Tutup Pendidikan Public Relations Bersama MNC Group)



Ketua Lembaga Vokasi UI, Diaz Pranita mengatakan, pelatihan yang dilakukan bukan sebagai ujian kelulusan. Tetapi menjadi alat ukur bukan hanya untuk peserta didik. “Juga para trainer tentang capaian kompetensi yang diharapkan menjadi bekal ketrampilan kehumasan dan jurnalistik yang mumpuni,” katanya.

Di tempat yang sama, peneliti dan pengajar program Vokasi Humas UI, Devie Rahmawati menambahkan, dari hasil studi digital yang dilakukan pihaknya, mengonfirmasi bahwa publik memang mengharapkan untuk dekat dengan TNI. Jika pengguna gadget mengetik di laman pencari (search engine) kata TNI Angkatan Darat, hanya dalam waktu 0,6 detik saja mesin pencari menampilkan lebih dari 4,1 juta data terkait kata kunci tersebut.

Jika dibedah lebih lanjut dalam tren pencarian maka akan didapat dari 10 sajian utama di laman mesin pencari 4 di antaranya rekrutmen TNI AD dan video trending yang banyak dicari adalah latihan tempur. “Melalui riset lanjutan, pencarian ini berhubungan dengan kebanggaan publik terhadap sosok yang mampu memberikan rasa aman,” katanya.



Dia melihat para peserta siap menjadi ‘duta besar’ bukan hanya untuk kesatuan TNI AD, tetapi juga Indonesia. Mengingat Program Manunggal hingga TMMD misalnya, saat ini terus menjadi jejak sejarah kedekatan TNI AD, yang tertanam dengan baik di hati publik. Namun, hari ini dan masa datang, peperangan baru siap menantang. ”Peperangan untuk merebut kepercayaan di benak setiap anak bangsa. TNI AD tidak lagi membekali diri hanya dengan senjata darat, namun harus mampu memenangkan ‘tarung’ di arena digital,” ucap Devie yang juga kordinator Trainer dan Mentor.

Dalam pelatihan ini juga dilakukan kontes foto “Talent War”, yang diikuti 45 peserta. Penilaian diberikan atas tiga kategori yaitu portrait, teknik foto dan dokumentasi kegiatan. Seleksi yang dilakukan selama proses pelatihan menghasilkan tiga pemenang. “Melalui kontes ini, kami menemukan bahwa para pemenang telah mampu menguasai teknik-teknik dasar foto dari mulai pemilihan elemen, pencahayaan hingga kemampuan melakukan directing subjek foto. Sehingga hasil foto tidak hanya berkarakter namun mampu menangkap atmosfer momen. Ini menjadi modal membangun reputasi di tengah-tengah budaya visual yang kuat,” tutupnya
(cip)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top