Faskes dan Nakes Tak Siap, Epidemiolog: Pilkada Perburuk Pandemi di Tanah Air

Sabtu, 21 November 2020 - 06:53 WIB
loading...
Faskes dan Nakes Tak...
Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menilai, fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan tidak akan siap bila terjadi lonjakan kasus Covid-19 dalam klaster Pilkada Serentak 2020. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menilai, fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan tidak akan siap bila terjadi lonjakan kasus Covid-19 dalam klaster Pilkada Serentak 2020 .

"Kalau kita merujuk pada hal yang sama ketika positivity rate tinggi ya kita harus siap. Tapi jelas faskes kita tidak siap, nakes kita tidak akan siap. Sudah kelelahan terlalu lama. Ini kita sama saja menempatkan diri kita pada posisi terpuruk di tambah dengan keramaian Petamburan, demo, dan sebagainya," kata Dicky saat dihubungi Okezone, Sabtu (21/11/2020). (Baca juga: Epidemiolog Undip: Bakal Terjadi Ledakan Kasus COVID-19 Pasca-Pilkada)

Dia menjelaskan, pelaksanaan pilkada serentak di 270 daerah pada 9 Desember 2020 mendatang akan memperburuk situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air. Menurut Dicky, pemerintah tidak mempunyai argumen yang kuat dengan memaksakan pesta demokrasi di daerah dilakukan saat pandemi Covid-19. "Tidak ada argumen yang kuat untuk serangkaian pilkada atau keramaian lain yang termasuk libur panjang," ujarnya. (Baca juga: Doni Monardo Ungkap Dampak Kerumunan terhadap Peningkatan Kasus COVID-19)

Dicky mengingatkan kurva gelombang pertama pandemi Covid-19 tak kunjung melandai selama sembilan bulan penyebaran virus Corona di Indonesia. Dia menambahkan, tidak melandainya kurva penyebaran Covid-19 karena masyarakat tidak merata dalam memahami pentingnya memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, hingga menjaga jarak antarsesama. (Baca juga: 77 Orang Positif COVID-19 dari Kluster Petamburan-Mega Mendung)

Selain itu, banyak daerah juga tidak memahami pentingnya pengendalian kasus Covid-19 dengan menerapkan tracing, testing, dan treatment. Dicky mendorong pemerintah mengantisipasi potensi lonjakan kasus klaster pilkada serentak guna mencegah peristiwa pandemi Covid-19 yang melonjak di Amerika Serikat saat menggelar pilpres. "Sesuai dengan studi epidemologi yang makin banyak itu akan memperburuk situasi pandemi walaupun dilakukan dengan prtokol kesehatan. Karena antara laju penyebaran dengan adanya keramaian walaupun melakukan 3M sekaligus tidak akan terkejar," pungkasnya.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
3 Orang Jadi Tersangka,...
3 Orang Jadi Tersangka, Kasus Pengadaan APD Covid-19 Rugikan Negara Rp319 Miliar
SBY Lapor ke Jokowi...
SBY Lapor ke Jokowi Jadi Penasihat Khusus Aliansi Sedunia Membasmi Malaria
WHO Sebut Tren Kerja...
WHO Sebut Tren Kerja Jarak Jauh Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Pekerja
Musim Hujan Tiba, Waspadai...
Musim Hujan Tiba, Waspadai Penyakit dan Terapkan Tips Kesehatan dari Pakar Epidemiologi
Eks Bos CDC Klaim Peran...
Eks Bos CDC Klaim Peran Penting AS dalam Memulai Pandemi Covid
Dharma Pongrekun Sebut...
Dharma Pongrekun Sebut Pandemi Agenda Terselubung Asing, Ini Alasan Ridwan Kamil Tanya soal Covid-19
Rekomendasi
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Mengapa Berat Badan...
Mengapa Berat Badan Ideal Bisa Menurunkan Risiko Hipertensi? Ini Kata Dokter
Berita Terkini
Banding, Ariyanto Bakri...
Banding, Ariyanto Bakri Tetap Dihukum 16 Tahun di Kasus Suap CPO dan Bayar Uang Pengganti Rp21 Miliar
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD dan Buka Munas HIPMI
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Infografis
El Clasico di Tanah...
El Clasico di Tanah Borneo: Misi Persija Putus Dominasi Persib
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved