Creative Disabilities Gallery Cara Kemensos Apresiasi Kerja Keras Disabilitas
Jum'at, 20 November 2020 - 16:06 WIB
loading...
Upaya Mensos Juliari P Batubara menghadirkan website Creative Disabilities Gallery. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Peluncuran Creative Disabilities Gallery menjelang Hari Disabilitas Internasional (HDI) menuai apresiasi. Perkumpulan dai dan mubalig Jaringan Islam Kebangsaan (JIK) mengungkapkan, ruang kreatifitas tersebut selaras dengan nilai ajaran Islam yang menekankan kasih sayang dan kesetaraan.
(Baca juga: 36 Pati TNI AD Dimutasi, Berikut Daftar Lengkapnya)
"JIK mengapresiasi upaya Mensos Juliari P Batubara menghadirkan website Creative Disabilities Gallery. Ini momentum kita merangkul kaum disabilitas agar haknya diperhatikan oleh negara," ujar Irfaan, Jumat (20/11/2020).
"Selain itu, situs ini merupakan cara Kemensos mengapresiasi kelompok disabilitas yang terus berkarya. Kebijakan ini juga mencerminkan nilai ajaran Islam yang menekankan kasih sayang dan kesetaraan," sambungnya.
(Baca juga: Pengamat Sebut Jelang Pilkada, Laporan Kisman ke KPK Dinilai Politis)
JIK menyadari, di tengah masyarakat tak dapat dipungkiri bahwa banyak orang yang menganggap disabilitas adalah sebuah aib. Keluarga dan kerabat penyandang disabilitas pun sering tidak terbuka terhadap lingkungan di sekitarnya.
Hal inilah yang membuat para penyandang disabilitas sering kali tidak memiliki kesempatan yang sama dengan masyarakat pada umumnya. Karena itu JIK sangat mengapresiasi kebijakan yang pro kaum rentan dan terpinggirkan dalam pusaran kebijakan publik.
(Baca juga: 36 Pati TNI AD Dimutasi, Berikut Daftar Lengkapnya)
"JIK mengapresiasi upaya Mensos Juliari P Batubara menghadirkan website Creative Disabilities Gallery. Ini momentum kita merangkul kaum disabilitas agar haknya diperhatikan oleh negara," ujar Irfaan, Jumat (20/11/2020).
"Selain itu, situs ini merupakan cara Kemensos mengapresiasi kelompok disabilitas yang terus berkarya. Kebijakan ini juga mencerminkan nilai ajaran Islam yang menekankan kasih sayang dan kesetaraan," sambungnya.
(Baca juga: Pengamat Sebut Jelang Pilkada, Laporan Kisman ke KPK Dinilai Politis)
JIK menyadari, di tengah masyarakat tak dapat dipungkiri bahwa banyak orang yang menganggap disabilitas adalah sebuah aib. Keluarga dan kerabat penyandang disabilitas pun sering tidak terbuka terhadap lingkungan di sekitarnya.
Hal inilah yang membuat para penyandang disabilitas sering kali tidak memiliki kesempatan yang sama dengan masyarakat pada umumnya. Karena itu JIK sangat mengapresiasi kebijakan yang pro kaum rentan dan terpinggirkan dalam pusaran kebijakan publik.
Lihat Juga :