Pelibatan Ormas Islam Dinilai Cara Ampuh Lawan Radikalisme

Jum'at, 20 November 2020 - 08:49 WIB
loading...
Pelibatan Ormas Islam...
Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pelibatan masyarakat sipil termasuk ormas Islam dalam meningkatkan moderatisme Islam dinilai sangat ampuh untuk mendukung penanggulangan terorisme di Indonesia.

Karena itu pelibatan komunitas masyarakat menjadi vital dalam membantu pemerintah melaksanakan program penanggulangan terorisme, terutama pencegahan.

Pernyataan itu diungkapkan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid dalam sarasehan bertajuk Meneguhkan Moderatisme Islam: Pencegahan Radikalisme Terorisme di Kalangan Dosen dan Mahasiswa Muhammadiyah yang digelar Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Yogyakarta, Kamis 19 November 2020.

“Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi kegiatan yang digelar bersama Muhammadiyah, meneguhkan moderatisme Islam,” kata Ahmad Nurwakhid.(Baca juga: Walaupun Diizinkan, Banyak Sekolah Masih Takut Belajar Tatap Muka )

Dia yakin dengan penguatan moderatisme Islam oleh ormas-ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan ormas Islam moderat lainnya, akan menjadi kekuatan yang luar biasa dalam melawan radikal terorisme.

“Kalau NU dan Muhammadiyah kembali ke khittah akan membuat negara ini menjadi baldatun thoyyibatun warrobun ghofur (negeri yang tentram, subur, aman, nyaman dan damai),” tuturnya.(Baca juga: Video Simulasi Jadi Bahan Evaluasi Sekolah Tatap Muka di Masa Pandemi )

Pastinya, lanjut dia, penanggulangan radikal terrosime tidak bisa hanya dilakukan oleh institusi negara atau pemerintah, tetapi harus dilakukan segenap elemen bangsa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Rekomendasi
Tertarik Menjadi Guru?...
Tertarik Menjadi Guru? Kemendikdasmen Buka Pendaftaran Seleksi PPG 2026
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
Berita Terkini
OTT KPK di Sumut, 7...
OTT KPK di Sumut, 7 Orang Ditangkap Termasuk Bupati Langkat
DPR Soroti Penggunaan...
DPR Soroti Penggunaan Helikopter KPU, Harap Bisa Dapat Sanksi Tegas
Ubedilah Badrun: Kritik...
Ubedilah Badrun: Kritik Rocky Gerung pada Tiyo Ardianto Itu Keliru
Operasional Haji 2026...
Operasional Haji 2026 Selesai, Menhaj: Seluruh Jemaah Sudah Kembali ke Tanah Air
Imparsial Minta Polisi...
Imparsial Minta Polisi dan Komnas HAM Ikut Usut Kematian 5 Calon Manajer Kopdes
1 Polisi Gugur dan 2...
1 Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Residivis Narkoba, Bareskrim Buru Bandar
Infografis
Line Up Timnas Indonesia...
Line Up Timnas Indonesia U-22 Lawan Filipina di SEA Games 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved