Simak Cerita Binaan Pertamina Berdayakan Perempuan lewat Komunitas Tangan Terampil
Jum'at, 20 November 2020 - 17:26 WIB
loading...
Program Kemitraan Pertamina terapkan peta jalan pembinaan berjenjang pada setiap UMKM binaannya. Mulai dari kondisi UMKM tradisional, menjadi Go Modern, Go Digital, Go Online
A
A
A
JAKARTA - PT. Pertamina (Persero) melalui Program Kemitraan menerapkan peta jalan pembinaan berjenjang pada setiap UMKM binaannya. Mulai dari kondisi UMKM tradisional, menjadi Go Modern, Go Digital, Go Online, hingga mampu menembus pasar internasional menjadi Go Global. Tujuannya agar UMKM tersebut naik kelas menjadi usaha kecil dan menengah yang unggul dan mandiri.
Adalah Bernandette Natalia Sari Pujiastuti, mitra binaan Pertamina pemilik UMKM Trasty Handicraft. Sosok yang kerap disapa Naneth ini memulai usaha sejak tahun 2012. Dengan niat awal untuk membantu mengembangkan pengrajin tas setempat yang waktu itu hanya memproduksi tas berkualitas rendah. Naneth sadar, dengan desain yang menarik, padu-padan material yang tidak biasa, perca batik akan punya harga jual yang lebih baik.
Ada yang menarik dari usaha yang dirintis Naneth tersebut. Dalam menjalankan bisnisnya, ia memberdayakan kelompok yang ia beri nama Komunitas Tangan Terampil. Seluruh anggota komunitas yang memproduksi Trasty adalah perempuan. Memberdayakan perempuan agar lebih terampil dan mandiri memang menjadi salah satu tujuan didirikannya UMKM ini.
“Perempuan yang berkarya dan bisa mendapatkan penghasilan tambahan bagi keluarga, saya percaya, akan memberikan dampak positif,” ujar Naneth.
Selain melatih para ibu untuk membuat kerajinan berkualitas, Naneth juga memberikan motivasi serta pendampingan agar mereka lebih mandiri, produktif dan percaya diri. Bahkan, bukan tidak mungkin para ibu tersebut nantinya akan membuka usaha sendiri sehingga lapangan pekerjaan semakin terbuka lebar. Di Komunitas Tangan Terampil sendiri, sudah ada belasan ibu yang bergabung untuk membuat aneka kerajinan dan souvenir cantik.
Adalah Bernandette Natalia Sari Pujiastuti, mitra binaan Pertamina pemilik UMKM Trasty Handicraft. Sosok yang kerap disapa Naneth ini memulai usaha sejak tahun 2012. Dengan niat awal untuk membantu mengembangkan pengrajin tas setempat yang waktu itu hanya memproduksi tas berkualitas rendah. Naneth sadar, dengan desain yang menarik, padu-padan material yang tidak biasa, perca batik akan punya harga jual yang lebih baik.
Ada yang menarik dari usaha yang dirintis Naneth tersebut. Dalam menjalankan bisnisnya, ia memberdayakan kelompok yang ia beri nama Komunitas Tangan Terampil. Seluruh anggota komunitas yang memproduksi Trasty adalah perempuan. Memberdayakan perempuan agar lebih terampil dan mandiri memang menjadi salah satu tujuan didirikannya UMKM ini.
“Perempuan yang berkarya dan bisa mendapatkan penghasilan tambahan bagi keluarga, saya percaya, akan memberikan dampak positif,” ujar Naneth.
Selain melatih para ibu untuk membuat kerajinan berkualitas, Naneth juga memberikan motivasi serta pendampingan agar mereka lebih mandiri, produktif dan percaya diri. Bahkan, bukan tidak mungkin para ibu tersebut nantinya akan membuka usaha sendiri sehingga lapangan pekerjaan semakin terbuka lebar. Di Komunitas Tangan Terampil sendiri, sudah ada belasan ibu yang bergabung untuk membuat aneka kerajinan dan souvenir cantik.
Lihat Juga :