Pengamat Ini Sarankan Rangkul Tokoh Kritis, Gelar Dialog Kebangsaan untuk Dinginkan Suasana
Jum'at, 20 November 2020 - 13:48 WIB
loading...
A
A
A
"Bersilaturahmilah. Bermusyawarah. Tokoh yang memang sering memberikan kritik ajak saja rangkul saja. Jadi dengan demikian ada kesepakatan nasional yang boleh jadi diusung rumusan-rumusan itu kepada DPR atau MPR kita menjadi suatu kesepakatan nasional menjadi legal aspek," jelasnya.
Ditanyakan perlukah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pernyataan terkait situasi terkini, Emrus mengatakan bahwa hal itu tergantung presiden. Dia berpendapat bahwa menyampaikan pernyataan di situasi sekarang sangat mudah disalahpahami meskipun tujuannya baik.
(Baca juga: Akui Perintahkan Copot Baliho Habib Rizieq, #Pangdam Jaya Trending di Twitter ).
"Saya berpendapat bahwa setiap pesan yang disampaikan Bapak Presiden adalah pesan yang harus hati-hati saat disampaikan. Harus sangat hati-hati. Boleh jadi kalimat bermakna positif, bertujuan positif, susunan kalimat positif, tapi bisa dimaknai berbeda oleh orang lain. Ini menjadi dilema," pungkasnya.
Ditanyakan perlukah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pernyataan terkait situasi terkini, Emrus mengatakan bahwa hal itu tergantung presiden. Dia berpendapat bahwa menyampaikan pernyataan di situasi sekarang sangat mudah disalahpahami meskipun tujuannya baik.
(Baca juga: Akui Perintahkan Copot Baliho Habib Rizieq, #Pangdam Jaya Trending di Twitter ).
"Saya berpendapat bahwa setiap pesan yang disampaikan Bapak Presiden adalah pesan yang harus hati-hati saat disampaikan. Harus sangat hati-hati. Boleh jadi kalimat bermakna positif, bertujuan positif, susunan kalimat positif, tapi bisa dimaknai berbeda oleh orang lain. Ini menjadi dilema," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :