Mengenal Puteri Komarudin, Legislator Cantik yang Baru Akhiri Masa Lajang
Kamis, 19 November 2020 - 18:17 WIB
loading...
A
A
A
Puteri merupakan salah satu anggota DPR milinial. Usianya sekarang baru 27 tahun. Pada Pemilu 2019 lalu, perempuan kelahiran Bandung, 21 Agustus 1993 itu, berhasil lolos ke Senayan lewat Partai Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat VII meliputi Kabupaten Purwakarta, Karawang, dan Bekasi. Kini, Puteri duduk di Komisi XI DPR RI dengan ruang lingkup kerja tentang keuangan, perencanaan pembangunan nasional, dan perbankan.
Mitra kerjanya adalah Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/(BAPPENAS), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pusat Statistik (BPS), Sekretariat Jenderal BPK, Bank Indonesia (BI), Perbankan, Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan BUMN (Privatisasi).
Bidang ekonomi, khususnya soal keuangan bukan hal baru baginya. Sebab, sebelum duduk di Gedung Parlemen, sarjana ilmu ekonomi University of Melbourne, Australia itu pernah bekerja sebagai Junior Bank Supervisor di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selama tiga tahun.
Dia juga pernah aktif dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Australia, dan sering melakukan advokasi hak-hak migran Indonesia. Sebelum mengenyam pendidikan Strata-1 di Melbourne, Puteri juga sempat mengambil Program Diploma di Trinity College Foundation Studies.
Lulusan Chai Chee Secondary School, Singapura itu juga pernah menjadi Rekruitmen Staf Khusus Ketua DPR sebagai Rekruitmen Manager pada 2016. Sebelumnya, dia juga pernah menjadi Media Relation Intern Australia-Indonesia Centre, Australia.
Selain di OJK, perempuan yang mengenyam pendidikan tingkat dasar di SD Al Azhar 01 Jakarta dan SMP N 19 Mayestik Jakarta itu juga berpengalaman menjadi Micro Banking Intern Bank Mandiri, Jakarta pada 2015, dan pada tahun yang sama juga pernah menjabat International Baking Intern Bank Mandiri & Nickinsey, Jakarta.
Selain riwayat pekerjaan yang mentereng di usia muda, perempuan yang punya hobi berolahraga ekstrem seperti menembak, snorkling, berkuda, tinju, serta canoe itu juga memiliki catatan berorganisasi yang cukup panjang.
Mitra kerjanya adalah Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/(BAPPENAS), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pusat Statistik (BPS), Sekretariat Jenderal BPK, Bank Indonesia (BI), Perbankan, Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan BUMN (Privatisasi).
Bidang ekonomi, khususnya soal keuangan bukan hal baru baginya. Sebab, sebelum duduk di Gedung Parlemen, sarjana ilmu ekonomi University of Melbourne, Australia itu pernah bekerja sebagai Junior Bank Supervisor di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selama tiga tahun.
Dia juga pernah aktif dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Australia, dan sering melakukan advokasi hak-hak migran Indonesia. Sebelum mengenyam pendidikan Strata-1 di Melbourne, Puteri juga sempat mengambil Program Diploma di Trinity College Foundation Studies.
Lulusan Chai Chee Secondary School, Singapura itu juga pernah menjadi Rekruitmen Staf Khusus Ketua DPR sebagai Rekruitmen Manager pada 2016. Sebelumnya, dia juga pernah menjadi Media Relation Intern Australia-Indonesia Centre, Australia.
Selain di OJK, perempuan yang mengenyam pendidikan tingkat dasar di SD Al Azhar 01 Jakarta dan SMP N 19 Mayestik Jakarta itu juga berpengalaman menjadi Micro Banking Intern Bank Mandiri, Jakarta pada 2015, dan pada tahun yang sama juga pernah menjabat International Baking Intern Bank Mandiri & Nickinsey, Jakarta.
Selain riwayat pekerjaan yang mentereng di usia muda, perempuan yang punya hobi berolahraga ekstrem seperti menembak, snorkling, berkuda, tinju, serta canoe itu juga memiliki catatan berorganisasi yang cukup panjang.
Lihat Juga :