Pandemi Corona, Sandiaga Ajak UKM Berkolaborasi Ciptakan Lapangan Kerja
Senin, 11 Mei 2020 - 05:37 WIB
loading...
Pengusaha nasional Sandiaga Uno mengajak UKM untuk berkolaborasi menciptakan lapangan pekejaan di tengah pandemi Corona. Foto/SINDOnews/bima setiyadi
A
A
A
JAKARTA - Virus Corona yang mewabah di Indonesia sejak awal Februari tidak boleh menghentikan langkah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam berkreasi. Pesan tersebut diungkapkan pengusaha nasional Sandiaga Salahuddin Uno dalam Live Facebook bertajuk 'Kolaborasi Kreatif Hantaran Idul Fitri dalam Memberdayakan UKM' pada Minggu (10/5/2020). (Baca juga: Sandi Uno Berbagi Tips Cegah Corona di IG, Warganet: Mantap Papa Online)
Bincang jelang ngabuburit itu dihadiri oleh sejumlah pelaku usaha, seperti Owner Mamaberry Chips Gourmet, Mirsya Budiarsi; Ria Miranda dan Pandu Rosadi selaku influencer Couple. Selain itu, Lulu Koordinator Penganyam, Senior Brand Manager Unilever Sidhwash Yuliana Safriani serta Sandiaga Uno beserta istri, Nur Asia Uno. (Baca juga: Dihadiri BG, Sandiaga Uno Pimpin Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19)
Dalam kesempatan tersebut, Lulu selaku Koordinator penganyam asal Ponorogo, Jawa Timur menyampaikan rasa gembiranya. Sebab, di tengah keterpurukan ekonomi imbas virus Corona saat ini, para ibu rumah tangga seperti dirinya di Ponorogo kini tengah mendulang rezeki. Mereka masih berjibaku menyelesaikan pesanan tas anyaman sebanyak 2.000 buah untuk memenuhi pesanan dari Mamaberry. Pesanan tas anyaman tersebut katanya sangat membantu ekonomi warga di tengah pandemi.
Sebab, permintaan tas anyaman lokal sangat rendah, mengingat tas sebelumnya hanya dijual di pasar tradisional di wilayah Ponorogo, Jawa Timur. "Karena tempat jualan hanya di pasar tradisional, jadi permintaan tas tidak begitu banyak, hanya sebatas tas hajatan, sembako dan tas belanja biasa. Alhamdulillah tahun ini ada pesanan lagi dari Mba Mirsya," ungkap Lulu.
Menggeliatnya usaha tas yang dilakoni para ibu rumah tangga di Ponorogo, kata dia, berawal dari pesanan Mirsya untuk mengerjakan tas Jakarta dan tas Lebaran 2019. Ketika itu, dirinya mengaku kewalahan untuk menyelesaikan pesanan ribuan tas anyaman.
Berangkat dari pengalaman tersebut, dirinya kemudian memberikan pelatihan kepada para ibu rumah tangga dan remaja untuk membuat tas. "Alhamdulillah, dari 10 penganyam sekarang sudah menjadi 30 penganyam aktif dan sekarang kali kita dapat pesanan dari Mba Mirsya untuk mengerjakan hampersnya. Kami benar-benar terbantu dan bersyukur sekali bisa bekerja sama, karena bisa meningkatkan perekonomian kami semua. Semoga kerja sama ini akan terus membawa berkah dan harapan kami terus berlanjut," ungkapnya.
Bincang jelang ngabuburit itu dihadiri oleh sejumlah pelaku usaha, seperti Owner Mamaberry Chips Gourmet, Mirsya Budiarsi; Ria Miranda dan Pandu Rosadi selaku influencer Couple. Selain itu, Lulu Koordinator Penganyam, Senior Brand Manager Unilever Sidhwash Yuliana Safriani serta Sandiaga Uno beserta istri, Nur Asia Uno. (Baca juga: Dihadiri BG, Sandiaga Uno Pimpin Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19)
Dalam kesempatan tersebut, Lulu selaku Koordinator penganyam asal Ponorogo, Jawa Timur menyampaikan rasa gembiranya. Sebab, di tengah keterpurukan ekonomi imbas virus Corona saat ini, para ibu rumah tangga seperti dirinya di Ponorogo kini tengah mendulang rezeki. Mereka masih berjibaku menyelesaikan pesanan tas anyaman sebanyak 2.000 buah untuk memenuhi pesanan dari Mamaberry. Pesanan tas anyaman tersebut katanya sangat membantu ekonomi warga di tengah pandemi.
Sebab, permintaan tas anyaman lokal sangat rendah, mengingat tas sebelumnya hanya dijual di pasar tradisional di wilayah Ponorogo, Jawa Timur. "Karena tempat jualan hanya di pasar tradisional, jadi permintaan tas tidak begitu banyak, hanya sebatas tas hajatan, sembako dan tas belanja biasa. Alhamdulillah tahun ini ada pesanan lagi dari Mba Mirsya," ungkap Lulu.
Menggeliatnya usaha tas yang dilakoni para ibu rumah tangga di Ponorogo, kata dia, berawal dari pesanan Mirsya untuk mengerjakan tas Jakarta dan tas Lebaran 2019. Ketika itu, dirinya mengaku kewalahan untuk menyelesaikan pesanan ribuan tas anyaman.
Berangkat dari pengalaman tersebut, dirinya kemudian memberikan pelatihan kepada para ibu rumah tangga dan remaja untuk membuat tas. "Alhamdulillah, dari 10 penganyam sekarang sudah menjadi 30 penganyam aktif dan sekarang kali kita dapat pesanan dari Mba Mirsya untuk mengerjakan hampersnya. Kami benar-benar terbantu dan bersyukur sekali bisa bekerja sama, karena bisa meningkatkan perekonomian kami semua. Semoga kerja sama ini akan terus membawa berkah dan harapan kami terus berlanjut," ungkapnya.
Lihat Juga :