Heboh Habib Rizieq sampai Anies, Rocky Gerung Sebut Mahfud MD Biang Keroknya

Rabu, 18 November 2020 - 20:50 WIB
loading...
Heboh Habib Rizieq sampai...
Rocky Gerung menilai Mahfud MD sebagai menkopolhukam kurang koordinasi dengan jajarannya sehingga kecolongan massa kepulangan Habib Rizieq juga upaya pemidanaan Anies Baswedan oleh polisi. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya diperiksa Polda Metro Jaya. Selama hampir 10 jam Anies harus menjawab 33 pertanyaan soal kerumunan massa yang timbul akibat kepulangan Habib Rizieq Shihab , khususnya acara pernikahan putri Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut.

Pengamat dan aktivis sosial politik Rocky Gerung menilai pemeriksaan selama itu tampak sekali dipaksakan. Tidak jelas untuk apa tujuan pemeriksaan tersebut. Sebaliknya, kesan yang muncul justru hanya untuk memuaskan penguasa.

(Baca: Soal Pemanggilan Anies Baswedan, Pakar Nilai Tak Ada Peristiwa Pidana)

Dia mempertanyakan pelanggaran apa yang dilakukan Anies terhadap UU Karantina Kesehatan. Sebab UU ini tak pernah diterapkan dalam pandemi Covid-19 karena Presiden Jokowi sendiri memilih Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

”Polisi terpaksa memperpanjang pemeriksaan itu karena berupaya untuk memenuhi keinginan istana yang berharap Anies kena delik. Padahal polisi mengerti bahwa tidak mungkin diberikan delik pada sifat UU yang tidak mempunyai kekuatan hukum,” kata dia dalam video Gagal Jerat Anies, Operasi Intelijen Istana Berantakan di saluran youtube Rocky Gerung Official, Rabu (18/11/2020).

(Baca: Habis Diperiksa Polda, Anies Baswedan Malah Diganjar Penghargaan)

Rocky menganggap seluruh kejadian mulai kedatangan Habib Rizieq hingga Anies Baswedan terjadi karena pemerintah tidak memiliki informasi yang akurat. Istana, kata Rocky, tidak punya tim yang bisa mengolah informasi secara presisi.

Yang diandalkan hanya opini publik melalui konperensi pers. Menurut dia, dua ujung tombak pembentuk opini andalan istana adalah buzzer atau influencer plus para komisaris BUMN dari para relawan.

”Semuanya tidak punya kemampuan untuk membuat analisis keadaan. Masak, Mahfud sendiri tidak punya pengetahuan bahwa UU Karantina itu tidak diberlakukan justru karena presiden ingin PSBB. Polisi juga akan kesulitan. Jadi presiden juga akan tertipu oleh pembantu-pembantunya sendiri,” kata Rocky dalam video wawancara dengan Hersuberno Arief tersebut.

(Baca: Rocky Gerung Ungkap Dua Motif di Balik Bintang Mahaputera Gatot Nurmantyo)

Dampaknya, kata Rocky, selalu muncul blunder dalam sikap dan kebijakan pemerintah. Alih-alih menurunkan citra Anies melalui pemeriksaan polisi, yang terjadi malah sebaliknya banyak orang menjadi berpihak lagi kepada Anies.

”Jadi ini semua Mahfud yang punya gara-gara karena nggak ada koordinasi. Lho Mahfud kan menkopolhukam yang membawahi semua informasi publik, informasi BIN, intelijen TNI, informasi polisi. Dia nggak bisa olah karena dia menunggangi dukungan palsu dari relawan. Dia piker buzzer memberi informasi lebih baik dari intelijen, dari polisi. Itu kesalahan Pak Mahfud, padahal dia punya kapasitas dan portofolio untuk mengumpulkan informasi sebelum teledor memberikan informasi kepada publik,” kata Rocky.

(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
Komentari Situasi Terkini,...
Komentari Situasi Terkini, Anies Baswedan: Berikan Kepastian, Jangan Ketenangan Semu
MK Tegaskan Jakarta...
MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara, Anies Baswedan Buka Suara
Atasi Kebocoran Data...
Atasi Kebocoran Data Ekspor, Mahfud MD Dorong Penguatan PT DSI
Mutiara Baswedan Lulus...
Mutiara Baswedan Lulus dari Harvard, Anies Ungkap Perjuangan Sang Putri
Anies Dorong Mahasiswa...
Anies Dorong Mahasiswa Kuasai AI: Itu Asisten, Jangan Jadi Substitute
Rekomendasi
AEF/MANTENA Cup Jadi...
AEF/MANTENA Cup Jadi Ajang Persiapan Atlet Berkuda Indonesia Menuju Asian Games 2026
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Berita Terkini
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Infografis
Mahfud MD: Perilaku...
Mahfud MD: Perilaku Hedon dan Flexing Kaesang-Erina Harus Diselidiki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved