Ditanya Soal Vaksin Moderna, Ini Jawaban Satgas
Selasa, 17 November 2020 - 17:38 WIB
loading...
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa pemerintah terbuka terkait vaksin COVID-19 dari mana pun. FOTO/DOK.BNPB
A
A
A
JAKARTA - Perusahaan farmasi Amerika Serikat Moderna baru saja mengumumkan efektivitas vaksin COVID-19 buatannya yang mencapai 94%. Terkait hal itu Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa pemerintah terbuka soal ini.
"Jadi pada intinya pemerintah terbuka dengan kandidat vaksin manapun," katanya saat konferensi pers, Selasa (17/11/2020).
Namun dia menegaskan meskipun terbuka pemerintah tidak akan lengah dalam membuat keputusan. Pasalnya untuk melakukan kerja sama ini harus melalui proses terlebih dahulu. (Baca juga: Kabar Gembira! Vaksin Covid-19 Moderna Beri Proteksi Hampir 95% )
"Penetapan kandidat vaksin ini harus melalui proses pengawalan oleh badan yang berwenang yaitu Badan POM dan dikaji dengan dasar-dasar scientific lainnya," katanya.
Wiku kembali menegaskan bahwa vaksin yang akan digunakan oleh Indonesia harus lolos tahapan uji klinis. Selain itu juga harus mendapatkan emergency use authorization atau EUA dari Badan POM.
"Selain itu vaksin COVID-19 yang nanti digunakan adalah vaksin yang tentunya sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia. Serta juga yang sesuai dengan sarana pendukung lainnya seperti cold chain," katanya. (Baca juga: WHO Pastikan Vaksin COVID-19 Buatan AstraZeneca dan Moderna Kandidat Terdepan )
"Jadi pada intinya pemerintah terbuka dengan kandidat vaksin manapun," katanya saat konferensi pers, Selasa (17/11/2020).
Namun dia menegaskan meskipun terbuka pemerintah tidak akan lengah dalam membuat keputusan. Pasalnya untuk melakukan kerja sama ini harus melalui proses terlebih dahulu. (Baca juga: Kabar Gembira! Vaksin Covid-19 Moderna Beri Proteksi Hampir 95% )
"Penetapan kandidat vaksin ini harus melalui proses pengawalan oleh badan yang berwenang yaitu Badan POM dan dikaji dengan dasar-dasar scientific lainnya," katanya.
Wiku kembali menegaskan bahwa vaksin yang akan digunakan oleh Indonesia harus lolos tahapan uji klinis. Selain itu juga harus mendapatkan emergency use authorization atau EUA dari Badan POM.
"Selain itu vaksin COVID-19 yang nanti digunakan adalah vaksin yang tentunya sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia. Serta juga yang sesuai dengan sarana pendukung lainnya seperti cold chain," katanya. (Baca juga: WHO Pastikan Vaksin COVID-19 Buatan AstraZeneca dan Moderna Kandidat Terdepan )
(abd)
Lihat Juga :