Dirjen EBTKE Tinjau Proyek Pengolahan Sampah dan Gulma di Saguling

Senin, 16 November 2020 - 11:44 WIB
loading...
Dirjen EBTKE Tinjau...
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana saat meninjau secara langsung kegiatan operasi PT. Indonesia Power Saguling Pomu di Saguling, Bandung Barat
A A A
BANDUNG BARAT - Seiring dengan perkembangan teknologi dan kondisi global yang dinamis, diperlukan terobosan baru dari berbagai pihak untuk mendukung program Pemerintah dalam pemanfaatan energi terbarukan guna percepatan peran Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional.

Pada Jumat (12/11/2020), Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana meninjau secara langsung kegiatan operasi PT. Indonesia Power Saguling Pomu di Saguling, Bandung Barat, yang berhasil melaksanakan program Biomass Operating System of Saguling (BOSS).

BOSS merupakan program pemanfaatan sampah dan gulma air yang ada di permukaan Waduk Saguling berupa eceng gondok yang tumbuh dan yang terbawa dari aliran sungai Citarum menjadi bahan bakar Pembangkit Listrik (Briket).

"Kenapa kami berkunjung kesini, karena sekarang ESDM sedang menyusun grand strategi pengolahan energi tapi ini belum resmi namanya, kemudian kami sedang meredesign untuk perencanaan energi. Kita lihat RUPTL, RUEN, kita lihat dinamis teknologi, masyarakat dan global. Kami melihat salah satu dari terobosannya itu yang dilakukan oleh Pak Rudiansyah disini,” tutur Dadan kepada General Manajer PT Indonesia Power Saguling Pomu, Rusdiansyah.

Menurut Dadan, meskipun proyek BOSS ini masih tergolong skala kecil dan belum dihitung keekonomiannya tetapi Pemerintah tetap mengapresiasi dan meyakini proyek ini akan memacu munculnya proyek terobosan yang lain bahkan dengan skala yang lebih besar.

“Kalau melihat angka dan bangunannya memang tidak besar mungkin yg dihasilkan disini kurang dari 500 ton per hari. Kami dari EBTKE memberikan fokus besar yg contoh-contoh seperti ini nanti mendorong aplikasi baik secara kecil maupun nanti dorongannya ke skala besar,” ujarnya.

Selain itu, proyek tersebut juga turut membantu PLN dalam mengelola kebersihan waduk, memberikan nilai tambah dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat sekitar waduk.

Pada kesempatan yang sama, Rusdiansyah menjelaskan bahwa operasi proyek pembuatan biomassa ini dimulai 1,5 tahun yang lalu. Berawal dari upaya pembersihan waduk dari gulma, perusahaan juga berupaya untuk mengalih-profesikan petani kerambak jaring apung di waduk.

“Kami mulai membuat briket dari sampah yg ada di waduk sebanyak 50% dan sampah gulma 50%. Di sini banyak petani keramba jaring apung dan setelah kita teliti kalau keramba jaring apung di waduk ini sudah berlebih dan ini menyebabkan pendangkalan. Karena sisa dari pakan ikan yang tidak habis menjadikan lumpur dan bisa menjadi pupuk bagi gulma. Akhirnya kami membuat program agar petani keramba jaring apung ini beralih menjadi petani briket,” urainya.

Rusdiansyah meyakini briket yang dihasilkan akan memiliki pasar seiring dengan kewajiban penggunaan briket pada PLTU. Hal ini yang dilihat sebagai peluang untuk membuka lapangan perkerjaan bagi masyarakat sekitar. Pihaknya juga memberikan pelatihan-pelatihan kepada kelompok petani jaring apung ini agar bisa membuat briket sendiri. Kedepan program BOSS ditargetkan dapat menjadi proyek pembangkit biomass berkapasitas 2 MW dan produksi massal briket biomass ditargetkan untuk pembangkit lain sebagai co-firing. (RWS/DLP)
(atk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Legislator PAN Dorong...
Legislator PAN Dorong Pemerintah Terus Upayakan Transisi Energi Ramah Lingkungan
IISM Dorong Transisi...
IISM Dorong Transisi Energi Berkeadilan bagi Masyarakat
Forum Rembuk Energi...
Forum Rembuk Energi 2025, Ajak Anak Muda Terlibat dalam Isu Energi Nasional
Perpres Pengelolaan...
Perpres Pengelolaan Sampah Perkotaan, KLH Pastikan Koordinasi Lintas Sektor
Pemerintah Diminta Hati-hati...
Pemerintah Diminta Hati-hati Dalam Menentukan Arah Kebijakan Energi
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Pengelolaan Sampah Jadi Energi Terbarukan
PLN EPI Siapkan Infrastruktur...
PLN EPI Siapkan Infrastruktur Gas, Kebutuhan Energi Primer Diproyeksi Tumbuh 5% per Tahun
Sokoguru Policy Forum:...
Sokoguru Policy Forum: Bedah Strategi Penguatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
GEM Perkuat Standar...
GEM Perkuat Standar K3 dan APD demi Keselamatan Pekerja
Rekomendasi
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Berita Terkini
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved