Pemuda Muhammadiyah Ingatkan Negara Harus Tegas Sikapi Kerumunan Massa

Senin, 16 November 2020 - 07:01 WIB
loading...
Pemuda Muhammadiyah...
Ketua bidang Hukum dan HAM PP Pemuda Muhammadiyah, Razikin mengingatkan pemerintah agar mengambil tindakan tegas terhadap kerumunan massa yang melanggar protokol kesehatan Covid-19. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua bidang Hukum dan HAM PP Pemuda Muhammadiyah, Razikin menilai, negara tak boleh kalah dengan perilaku kelompok yang mengklaim melakukan Revolusi Akhlak tapi di saat bersamaan mengabaikan keselamatan bangsa.

Hal ini dikatakan Razikin merespons kegiatan keagamaan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) yang menghadirkan jumlah massa yang cukup besar dan terkesan dibiarkan. Di sisi lain, negara membatasi kegiatan masyarakat karena masih adanya ancaman pandemi Covid-19. Dia mengingatkan negara dalam hal ini aparat keamanan harus tegas. (Baca juga: Habib Rizieq Gaungkan Revolusi Akhlak, Ini Komentar Ketua Pemuda Muhammadiyah)

"Di tengah persoalan pandemi covid yang masih menjadi ancaman bagi kesehatan kita sekarang ini, pertama-tama dan paling utama adalah adanya kesadaran semua orang tanpa terkecuali dengan alasan apapun untuk tetap menaati protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Dalam konteks itu, dituntut agar para elit dan tokoh masyarakat memberikan contoh tauladan kepada masyarakat luas," kata Razikin saat dihubungi SINDOnews, Senin (16/11/2020). (Baca juga: Minta Tokoh Agama Jadi Teladan Jaga Jarak, Satgas: Kelak Allah Minta Tanggung Jawab)

Menurut Razikin, jika ada sekelompok orang dengan penuh arogansi menabrak protokol kesehatan, maka negara harus berfungsi secara maksimal. Negara dibenarkan menggunakan alat koersifnya untuk menertibkan, bahkan menindaknya secara pidana. Karena memang negara dalam keadaan tertentu diberikan ruang untuk membatasi hak dan kebebasan warga Negara. "Contoh, hak dan kebebasan warga Negara untuk beribadah di masjid atau di rumah-rumah ibadah saja sekarang ini dibatasi dan ada banyak hak kebebasan lainnya juga yang dikurangi. Dan semua itu kita terima demi kemasalahatan bersama," tutur dia. (Baca juga: Kerumunan Tanpa Protokol Kesehatan, Satgas: Jangan Membuat Penanganan COVID-19 Sirna)

Karena itu, Razikin mengingatkan, tidak boleh ada sekelompok orang yang hanya bisa menghafal daftar haknya sebagai warga negara dan sama sekali lupa akan kewajibannya. Di sinilah letak problem sekarang ini, sebutlah yang lagi ramai diperbincangkan orang sekarang ini, pengajian Habib Rizieq yang mengumpulkan banyak orang dengan mengabaikan protokol kesehatan. Razikin menganggap, ketika pemerintah menindaknya, maka kemudian pemerintah dianggap membubarkan pengajian, pemerintah tidak berpihak pada Islam, pemerintah mengriminalisasi ulama, dan seterusnya.

"Lagi-lagi saya berharap adanya kesadaran semua pihak untuk tetap menjaga dan menaati protokol kesehatan, hanya dengan cara itu kita berikhtiar semoga segera pandemi berlalu. Negara harus menindak tegas siapapun itu kalau melanggar protokol kesehatan," kata dia.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Muktamar XIX Pemuda...
Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah, Affandi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Intelektual
Tanwir II Pemuda Muhammadiyah...
Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Dorong Kader Rebut Ruang Strategis Bangsa
Kunjungi Markas Habib...
Kunjungi Markas Habib Rizieq, Menkop Ferry Juliantono Dorong Dibentuknya Koperasi Pesantren
Pesan Menohok Dudung...
Pesan Menohok Dudung ke Habib Rizieq: Ulama Itu Meneduhkan, Mulutnya Tak Menjelekkan
Jokowi Buka Suara soal...
Jokowi Buka Suara soal Isu Keterlibatan Puan, AHY, dan Habib Rizieq di Kasus Tudingan Ijazah Palsu
Dasco dan Prasetyo Temui...
Dasco dan Prasetyo Temui Habib Rizieq di Petamburan, Ini yang Dibahas
Pesan Adityawarman kepada...
Pesan Adityawarman kepada Pemuda Muhammadiyah: Pemuda Ada di Setiap Kebangkitan
Pengajian Habib Rizieq...
Pengajian Habib Rizieq di Pemalang Rusuh, 5 Orang Luka-luka
Pemuda Muhammadiyah...
Pemuda Muhammadiyah Gelar Pelatihan Nasional Dai Muda Penggerak Desa di Yogyakarta
Rekomendasi
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise dan Baby Soleil Jadi Sorotan, Perhiasan yang Dipakai Tembus Rp1,2 Miliar
Berita Terkini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved