Marinir, Hantu Laut Penjaga Kedaulatan NKRI yang Ditakuti Belanda

Minggu, 15 November 2020 - 14:37 WIB
loading...
Marinir, Hantu Laut...
Korps Marinir pasukan elite TNI Angkatan Laut (AL) yang ditakuti Belanda. Foto/SINDOnews/ali masduki
A A A
JAKARTA - Jalesu Bhumyamca Jayamahe, yang artinya “Di Laut dan Darat Kita Jaya” merupakan semboyan bagi Korps Marinir pasukan elite TNI Angkatan Laut (AL) . Pasukan ini dibentuk pada 15 November 1945 di sebuah kota kecil, Tegal, Jawa Tengah di era kepemimpinan Presiden Soekarno.

Korps Marinir atau Corps Mariniers pada awalnya merupakan bagian dari Corps Armada (CA) IV Tegal yang bertugas menjaga keamanan laut Indonesia dari berbagai ancaman. Kesatuan ini bahkan memegang peranan sangat penting dalam menjaga kedaulatan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. (Baca juga: Peringati HUT ke 75, Ini Pesan Panglima TNI kepada Korps Marinir)

Sepak terjang Marinir dalam menjaga kedaulatan Indonesia menjadi kesatuan yang paling ditakuti Belanda saat perang kemerdekaan dikarenakan kekuatan dan persenjataannya yang cukup besar dan kuat. Berbagai palagan pertempuran pun telah banyak dilalui, di antaranya, Operasi Trikora, dalam upaya menggabungkan Irian Jaya ke pangkuan Ibu Pertiwi. Operasi Dwikora di sepanjang perbatasan Sabah dan Serawak, Malaysia pada 1964. Dalam operasi tersebut, prajurit Marinir harus berhadapan dengan pasukan elite Inggris yakni, Special Air Services (SAS) dan pasukan Gurkha. (Baca juga: Peringati HUT ke 75, Dankormar: Marinir Harus Inovatif dan Adaptif)

Tidak hanya itu, Korps Marinir juga terlibat dalam operasi pemulihan keamanan dalam peristiwa G30S/PKI, Operasi Alugoro di Aceh. Termasuk operasi pembebasan Kapal MV Sinar Kudus yang dibajak di perairan Somalia pada 2011 lalu. Dalam operasi yang menegang tersebut, sejumlah perompak tewas ditembak. Kehebatan dan ketangguhan Marinir dalam menyelesaikan operasi baik di dalam maupun di luar negeri membuat Korps Baret Ungu ini dijuluki sebagai Hantu Laut. (Baca juga: Aksi Heroik Pasukan Khusus TNI Bebaskan Kapal dari Pembajak di Somalia)

Marinir, Hantu Laut Penjaga Kedaulatan NKRI yang Ditakuti Belanda


Korps Marinir memiliki ciri khas Baret Ungu yang diyakini kesaktian yang ampuh dan mampu memberikan pengamanan serta perlindungan. Warna ungu diartikan dapat diandalkan kemampuannya dalam melindungi dan mengamankan Negara dan Bangsa Indonesia. Selain itu, warna ungu juga diilhami oleh Bunga Bougenville, melambangkan pengabdian prajurit Korps Marinir yang selalu siap berkorban jiwa raga bagi keutuhan dan kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Penggunaan warna ungu oleh Korps Marinir (ketika masih bernama KKO-AL) pada 1958, berupa pita sebagai kode pengamanan untuk mengadakan operasi pendaratan di Padang, Sumatera Barat dalam rangka Operasi 17 Agustus. Baret Ungu untuk pertama kalinya dipergunakan oleh Batalyon-1 KKO-AL dalam Operasi Alugoro di Aceh. Selanjutnya baret tersebut dilengkapi dengan emblem. Pada awalnya emblem Korps Marinir berbentuk segi lima warna merah dengan lambang topi baja Romawi dan dua pedang bersilang di tengahnya. Pemasangan emblem di baret terletak di samping kiri depan.

Bertepatan dengan HUT ke-17 KKO-AL pada 1962, diadakan perubahan lambang emblem baret Keris Samudera dikelilingi oleh pita dengan tulisan “Jalesu Bhumyamca Jayamahe” dan terdapat tulisan “Korps Komando” di bawahnya. Di antara tulisan Korps dengan Komando terdapat angka 1945 yang menandakan Korps Marinir lahir. Seluruh lambang dan tulisan emblem tersebut terbuat dari kuningan yang beralaskan warna merah segi lima. Pada 1968, Diadakan lagi perubahan yaitu dengan member garis pinggir “Kuning” dari segi lima merahnya.

Marinir, Hantu Laut Penjaga Kedaulatan NKRI yang Ditakuti Belanda


Dari aspek organisasi, personel, peralatan dan persenjataan Korps Marinir, terus mengalami perkembangan yang cukup pesat yang menjadikan Korps Baret Ungu sebagai alat pertahanan negara yang cukup besar dan andal. Usai perang kemerdekaan tepatnya pada 1951 status organisasi KKO-AL adalah sebagai Kotama ALRI dengan sebutan Pasukan Komando (Pasko) dimana Markas Komando merupakan juga Markas KKO-AL. Pada 1955-1959 KKO-AL mengalami perubahan dalam organisasi.

Untuk susunan organisasi terdiri atas Markas Besar KKO-AL, Komando Utama KKO-AL, Pastermar, Paskohanmarnas dan Unsur-unsur Pelayanan Kotama. Usai Operasi Trikora kekuatan KKO-AL sangatlah besar dengan dibentuknya Pasukan Komando Armada I di Surabaya, Pasukan Komando Armada II di Jakarta, dan Pasukan Induk Komando di Surabaya. Pada 1975 terjadilah suatu peristiwa yang penting bagi keberadaan Korps dimana nama Korps Komando Angkatan Laut yang telah digunakan sejak 1950 dikembalikan lagi menjadi Korps Marinir sesuai dengan sejarah lahirnya Korps sejak 1945. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Kasal No. Skep/1831/XI/1975 tanggal 14 Nopember 1975.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Cerita Ray Rangkuti...
Cerita Ray Rangkuti Negosiasi dengan Marinir sebelum Menduduki Gedung DPR pada Mei 1998
Sertijab, Kolonel Laut...
Sertijab, Kolonel Laut (PM) Khoirul Fuad Resmi Jabat Wadan Puspomal
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
Penjelasan TNI soal...
Penjelasan TNI soal Siswa SMP di Gresik Diduga Terkena Peluru Nyasar
Rekomendasi
Raisa Duet dengan Sung...
Raisa Duet dengan Sung Si-kyung Bawakan Lagu 'Heaven Knows'
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
5 Perintah Al-Quran...
5 Perintah Al-Qur'an terhadap Anak Yatim, Muslim Wajib Tahu dan Mengamalkannya
Berita Terkini
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Tak Ditahan, Roy Suryo...
Tak Ditahan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikenakan Wajib Lapor
BPOM: 99,76 Persen AMDK...
BPOM: 99,76 Persen AMDK Merupakan Produk Dalam Negeri
UU Polri Baru Dinilai...
UU Polri Baru Dinilai Perkuat Transformasi Polri dan Dukung Asta Cita
Roy Suryo usai Penangguhan...
Roy Suryo usai Penangguhan Penahanan Dikabulkan: Ini Kemenangan Rakyat Indonesia
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved