Menebak Peran Habib Rizieq Shihab di Dunia Politik
Sabtu, 14 November 2020 - 14:06 WIB
loading...
A
A
A
"Ya. Habib Rizieg Shihab (HRS) akan memainkan peran politik di Indonesia sampai nanti 2024, sebagai oposisi reborn bersama Gatot Nurmantyo (GN)," ujar Igor Dirgantara kepada SINDOnews, Kamis (12/11/2020).
Kata Igor, salah satu peran yang bisa dimainkan Habib Rizieq adalah membantu dan bersinergi dengan perjuangan Gatot Nurmanto dan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dalam mengkritisi kebijakan Pemerintahan Jokowi. "Jika hal ini dilakukan, maka Gatot Nurmantyo dan HRS merupakan paduan dua tokoh kekuatan politik besar, yaitu Militer dan Islam," ujar Igor yang juga sebagai Director Survey and Polling Indonesia (SPIN) ini.
Igor mengatakan, GN dan HRS bisa menjadi simbol duet gerakan moral dan oposisi yang konstruktif dengan jumlah pengikut yang besar dan real. "Bukan seperti buzzer yang hanya bisa bikin rame di medsos tapi sebenarnya enggak ada pengikutnya," ungkap Igor.
Dia menuturkan, Pemerintah Jokowi bisa saja menguasai mayoritas parpol di DPR. "Tetapi kepulangan HRS adalah embrio dari konsolidasi kekuatan oposisi non-parlemen bersama GN," ungkapnya.
Igor pun membeberkan ada tiga indikasi penting. Pertama, kata dia, kepulangan HRS mendapat cukup antusiasme kelompok Islam. Kedua, lanjut dia, kunjungan langsung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke tempat HRS di Petamburan.
"Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo adalah tokoh sipil (kepala daerah) dan tokoh militer yang paling di-support oleh komunitas muslim di luar pemerintahan untuk maju di Pilpres 2024," tutur Igor.
Ketiga, kata Igor, ketidakhadiran GN sebagai mantan Panglima TNI untuk menerima penghargaan Bintang Mahaputera di Istana Negara. "Otomatis ini berarti penolakan GN atas Bintang Jasa dari Presiden Jokowi tersebut. Dan ini menunjukkan satu posisi sikap oposisi dan kritiknya terhadap kebijakan pemerintah saat ini, seperti misalnya soal penanganan Covid-19," pungkas Igor.
Kata Igor, salah satu peran yang bisa dimainkan Habib Rizieq adalah membantu dan bersinergi dengan perjuangan Gatot Nurmanto dan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dalam mengkritisi kebijakan Pemerintahan Jokowi. "Jika hal ini dilakukan, maka Gatot Nurmantyo dan HRS merupakan paduan dua tokoh kekuatan politik besar, yaitu Militer dan Islam," ujar Igor yang juga sebagai Director Survey and Polling Indonesia (SPIN) ini.
Igor mengatakan, GN dan HRS bisa menjadi simbol duet gerakan moral dan oposisi yang konstruktif dengan jumlah pengikut yang besar dan real. "Bukan seperti buzzer yang hanya bisa bikin rame di medsos tapi sebenarnya enggak ada pengikutnya," ungkap Igor.
Dia menuturkan, Pemerintah Jokowi bisa saja menguasai mayoritas parpol di DPR. "Tetapi kepulangan HRS adalah embrio dari konsolidasi kekuatan oposisi non-parlemen bersama GN," ungkapnya.
Igor pun membeberkan ada tiga indikasi penting. Pertama, kata dia, kepulangan HRS mendapat cukup antusiasme kelompok Islam. Kedua, lanjut dia, kunjungan langsung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke tempat HRS di Petamburan.
"Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo adalah tokoh sipil (kepala daerah) dan tokoh militer yang paling di-support oleh komunitas muslim di luar pemerintahan untuk maju di Pilpres 2024," tutur Igor.
Ketiga, kata Igor, ketidakhadiran GN sebagai mantan Panglima TNI untuk menerima penghargaan Bintang Mahaputera di Istana Negara. "Otomatis ini berarti penolakan GN atas Bintang Jasa dari Presiden Jokowi tersebut. Dan ini menunjukkan satu posisi sikap oposisi dan kritiknya terhadap kebijakan pemerintah saat ini, seperti misalnya soal penanganan Covid-19," pungkas Igor.
Lihat Juga :