PKS Tidak Setuju Perbaikan UU Cipta Kerja melalui Mekanisme Distribusi II

Jum'at, 13 November 2020 - 09:30 WIB
loading...
PKS Tidak Setuju Perbaikan...
PKS Tidak Setuju Perbaikan UU Cipta Kerja melalui Mekanisme Distribusi II. Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak setuju perbaikan kesalahan dalam Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) melalui mekanisme Distribusi II . Sejak disahkan dalam Rapat Paripurna di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), ditemukan banyak kesalahan dalam naskah UU tersebut.

Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera mengatakan, kejadian ini tidak sekadar salah ketik. Alan tetapi, perlu dimaknai sebagai hasil dari proses pembentukan regulasi yang dipaksakan, tergesa-gesa, mengorbankan prinsip transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas.

"Berbagai wacana bermunculan untuk memperbaikinya, salah satunya dengan Distribusi II . Meskipun dianggap cepat dan efisien, cara ini berpotensi menimbulkan masalah baru karena tidak dikenal dan diatur dalam UUD 1945 atau UU Nomor 12 Tahun 2011 juncto UU Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan," ujar Mardani melalui akun twitter @ MardaniAliSera , Jumat (13/11/2020).

Dia mengatakan, jika opsi Distribusi II diambil, justru menunjukkan pengabaian terhadap asas-asas pembentukan perundang-undangan yang baik. Ketatnya tahapan pembentukan UU merupakan cermin agar para pembentuk UU teliti dan hati-hati dalam merumuskannya.


"Bahkan, perubahan titik koma dalam draf RUU yang sudah disetujui dalam rapat paripurna merupakan bentuk nyata pelanggaran substansi. Terlebih jika perubahan yang dilakukan setelah ditandatangani oleh Presiden Jokowi. Tidak bisa main-main, harus dipertanggungjawabkan secara moral dan konstitusional," tegas Mardani .
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
Dorong Pendidikan Bermutu,...
Dorong Pendidikan Bermutu, PKS Salurkan Bantuan dan Apresiasi Guru Inspiratif
Almuzzammil: Milad ke-24...
Almuzzammil: Milad ke-24 PKS Momentum Gerakan Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi
Respons Usulan KPK,...
Respons Usulan KPK, PKS Akui Sudah Batasi Masa Jabatan Ketum Maksimal 2 Periode
Buruh Wanti-wanti RUU...
Buruh Wanti-wanti RUU Ketenagakerjaan: Jangan Sampai Terulang Omnibus Law Cipta Kerja
Peduli Keselamatan Pemudik,...
Peduli Keselamatan Pemudik, PKS Dirikan Posko Pelayanan Mudik Gratis
Pimpin PKS Jabar, Abah...
Pimpin PKS Jabar, Abah Iwan: Pelayanan, Advokasi, dan Keberpihakan Adalah Napas Perjuangan Kita
Rekomendasi
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
Berita Terkini
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Said Iqbal Bakal Dilantik...
Said Iqbal Bakal Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved