TNI AD Janji Transparan, Bakal Tindak Prajurit yang Terlibat Kasus Pendeta Yeremia
Kamis, 12 November 2020 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
Sekadar informasi, Pendeta Yeremia diduga ditembak oknum anggota TNI pada Sabtu (19/9/2020) ketika berada di kandang babi miliknya. Peristiwa ini merupakan bagian rangkaian kekerasan di Kabupaten Intan Jaya, Papua, yang juga menimbulkan korban dari TNI AD. Beberapa lembaga seperti Komnas HAM, Tim Kemanusiaan Provinsi Papua untuk Kasus Kekerasan Terhadap Tokoh Agama hingga, Kemenko Polhukam sibuk mencari fakta sebenarnya.
(Baca: Dikenal Vokal, Pendeta Yeremia Diduga Sudah Menjadi Target)
Menkopolhukam Mahfud MD membentuk sebuah Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya untuk membuat kasus tersebut menjadi terang. Anggota TGPF terdiri atas 30 orang yang berasal dari berbagai latat belakang dan diketuai Benny Mamoto. TGPF telah menyelesaikan tugas dan menyerahkan hasil investigasi mereka kepada Mahfud pada Rabu 21 Oktober lalu.
Ketika konferensi pers, Mahfud MD menyebut terbunuhnya seorang pendeta bernama Yeremia Zanambani ada dugaan keterlibatan oknum aparat. Namun tak menutup kemungkinan. kata Mahfud pendeta dibunuh oleh pihak lain. "Mengenai terbunuhnya pendeta Yeremia Zanambani, informasi dan fakta yang didapatkan di lapangan menunjukkan dugaan keterlibatan oknum aparat," ujarnya.
(Baca: Dikenal Vokal, Pendeta Yeremia Diduga Sudah Menjadi Target)
Menkopolhukam Mahfud MD membentuk sebuah Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya untuk membuat kasus tersebut menjadi terang. Anggota TGPF terdiri atas 30 orang yang berasal dari berbagai latat belakang dan diketuai Benny Mamoto. TGPF telah menyelesaikan tugas dan menyerahkan hasil investigasi mereka kepada Mahfud pada Rabu 21 Oktober lalu.
Ketika konferensi pers, Mahfud MD menyebut terbunuhnya seorang pendeta bernama Yeremia Zanambani ada dugaan keterlibatan oknum aparat. Namun tak menutup kemungkinan. kata Mahfud pendeta dibunuh oleh pihak lain. "Mengenai terbunuhnya pendeta Yeremia Zanambani, informasi dan fakta yang didapatkan di lapangan menunjukkan dugaan keterlibatan oknum aparat," ujarnya.
(muh)
Lihat Juga :