Terima Bintang Mahaputera, Menteri LHK: Ini untuk Ayah, Ibu dan Indonesia
Rabu, 11 November 2020 - 21:14 WIB
loading...
Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mendapatkan tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden Joko Widodo atas kontribusinya selama lebih dari lima tahun membangun sektor lingkungan hidup dan kehutanan. FOTO/DOK.SINDOphoto
A
A
A
JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mendapatkan tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden Joko Widodo atas kontribusinya selama lebih dari lima tahun membangun sektor lingkungan hidup dan kehutanan. Penganugerahan tanda kehormatan tersebut diberikan dalam peringatan Hari Pahlawan 10 November.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Jasa, dan Tanda Kehormatan, tanda kehormatan Bintang Mahaputera merupakan penghargaan sipil. Sesuai UU, para penerima Bintang Mahaputra adalah mereka yang mempunyai pengabdian luar biasa pada negara.
Untuk memperoleh Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera, ada tiga syarat khusus yang harus dipenuhi. Pertama, berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa dan negara. Kedua, pengabdian dan pengorbanannya dalam bidang sosial, politik, hukum, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi dan beberapa bidang yang bermanfaat lainnya. Ketiga, darmabakti dan jasanya diakui secara luas di tingkat nasional dan internasional. (Baca juga: Dapat Bintang Mahaputera Adiprana, Airlangga Diharap Terus Jadi Teladan )
"Alhamdulillah, sebagai pegawai negeri sejak awal 1979, telah menjadi satu mimpi bisa mendapatkan tanda kehormatan bintang jasa tertinggi dari negara, Bintang Mahaputera. Capaian hari ini merupakan hal yang luar biasa, setelah sebelumnya mendapatkan Bintang Jasa Utama dan Wirakarya," kata Siti mengucap syukur atas apresiasi tersebut melalui keterangan tertulisnya yang diperoleh SINDOnews, Rabu (11/11/2020).
Secara khusus, ia mempersembahkan penghargaan itu untuk kedua orang tuanya. Selain itu ia juga berikan sebagai bentuk sumbangsih terhadap negara. "Saya merasakan dan tahu persis tidak mudah memperoleh tanda kehormatan Bintang Jasa dari negara. Semua ini saya persembahkan untuk ayah, seorang veteran pejuang kemerdekaan dan ibu yang selalu mengajarkan dan mendampingi saya belajar dalam kehidupan, serta mendidik dengan keras dan berwatak," katanya.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Jasa, dan Tanda Kehormatan, tanda kehormatan Bintang Mahaputera merupakan penghargaan sipil. Sesuai UU, para penerima Bintang Mahaputra adalah mereka yang mempunyai pengabdian luar biasa pada negara.
Untuk memperoleh Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera, ada tiga syarat khusus yang harus dipenuhi. Pertama, berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa dan negara. Kedua, pengabdian dan pengorbanannya dalam bidang sosial, politik, hukum, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi dan beberapa bidang yang bermanfaat lainnya. Ketiga, darmabakti dan jasanya diakui secara luas di tingkat nasional dan internasional. (Baca juga: Dapat Bintang Mahaputera Adiprana, Airlangga Diharap Terus Jadi Teladan )
"Alhamdulillah, sebagai pegawai negeri sejak awal 1979, telah menjadi satu mimpi bisa mendapatkan tanda kehormatan bintang jasa tertinggi dari negara, Bintang Mahaputera. Capaian hari ini merupakan hal yang luar biasa, setelah sebelumnya mendapatkan Bintang Jasa Utama dan Wirakarya," kata Siti mengucap syukur atas apresiasi tersebut melalui keterangan tertulisnya yang diperoleh SINDOnews, Rabu (11/11/2020).
Secara khusus, ia mempersembahkan penghargaan itu untuk kedua orang tuanya. Selain itu ia juga berikan sebagai bentuk sumbangsih terhadap negara. "Saya merasakan dan tahu persis tidak mudah memperoleh tanda kehormatan Bintang Jasa dari negara. Semua ini saya persembahkan untuk ayah, seorang veteran pejuang kemerdekaan dan ibu yang selalu mengajarkan dan mendampingi saya belajar dalam kehidupan, serta mendidik dengan keras dan berwatak," katanya.
Lihat Juga :