Kota Sehat, Bangsa Sehat
Kamis, 12 November 2020 - 05:35 WIB
loading...
A
A
A
Kebijakan pembangunan infrastruktur kesehatan masyarkat diarahkan pada upaya meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan, promotif dan preventif kesehatan masyarakat, serta dukungan dan inovasi serta pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di bidang kesehatan.
Kementerian Kesehatan dapat segera merumuskan dan melaksanakan rencana aksi program/kegiatan kesehatan masyarakat 2020-2024 sebagai pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Memnengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 dan Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan tahun 2020-2024. Rencana aksi harus disesuaikan dengan kondisi di tengah pandemi Covid-19.
Kelima, pandemi Covid-19 telah memberi banyak pelajaran dan pembelajaran yang memperkaya perencanaan kota sehat ke depan. Perencana kota berkolaborasi lintas profesi, seperti ahli kesehatan masyarakat, teknik lingkungan, arsitek, arsitek lanskap, dan interdisiplin ilmu lainnya, membangun infrastruktur kesehatan masyarakat (aksesibilitas dan layanan fasilitas kesehatan) yang layak bagi semua.
Kota dan kesehatan memegang peranan penting terhadap bentuk perkotaan, desain perkotaan, dan konektivitas. Kota-kota yang memiliki perencanaan dengan pendekatan lingkungan dan kesehatan diyakini lebih berdaya tahan menghadapi pandemi ke depan. Perencana kota diharapkan mampu memahami pola dan proses perubahan yang terus terjadi di kota dan komunitas warga sejak awal pandemi, PSBB total (karantina), PSBB transisi (adaptasi/pola kebiasaan baru), hingga memasuki kenormalan baru.
Kota harus menerapkan banyak terobosan inovatif layanan kesehatan. Kota menginformasikan tempat rujukan rumah sakit penanganan Covid-19, kapasitas tingkat keterisian pasien positif korona terkini di rumah sakit, konsultasi kesehatan dengan dokter, hingga panduan melakukan isolasi mandiri secara daring dan bisa diakses 24 jam. Kota dengan cermat bisa memprediksi dan menyediakan fasilitas dan akses kesehatan yang mumpuni, menghitung dukungan dokter, perawat, dan tenaga medis yang dibutuhkan saat ini dan mendatang, serta jaminan asuransi kesehatan dan program kesehatan lain.
Komitmen mewujudkan kota sehat tidak sekadar diamini tetapi sudah harus diimani sebagai bentuk kenormalan baru menuju bangsa kuat, Indonesia Sehat. Sebuah renungan bersama di Hari Kesehatan Nasional di kala pandemi Covid-19.
Kementerian Kesehatan dapat segera merumuskan dan melaksanakan rencana aksi program/kegiatan kesehatan masyarakat 2020-2024 sebagai pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Memnengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 dan Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan tahun 2020-2024. Rencana aksi harus disesuaikan dengan kondisi di tengah pandemi Covid-19.
Kelima, pandemi Covid-19 telah memberi banyak pelajaran dan pembelajaran yang memperkaya perencanaan kota sehat ke depan. Perencana kota berkolaborasi lintas profesi, seperti ahli kesehatan masyarakat, teknik lingkungan, arsitek, arsitek lanskap, dan interdisiplin ilmu lainnya, membangun infrastruktur kesehatan masyarakat (aksesibilitas dan layanan fasilitas kesehatan) yang layak bagi semua.
Kota dan kesehatan memegang peranan penting terhadap bentuk perkotaan, desain perkotaan, dan konektivitas. Kota-kota yang memiliki perencanaan dengan pendekatan lingkungan dan kesehatan diyakini lebih berdaya tahan menghadapi pandemi ke depan. Perencana kota diharapkan mampu memahami pola dan proses perubahan yang terus terjadi di kota dan komunitas warga sejak awal pandemi, PSBB total (karantina), PSBB transisi (adaptasi/pola kebiasaan baru), hingga memasuki kenormalan baru.
Kota harus menerapkan banyak terobosan inovatif layanan kesehatan. Kota menginformasikan tempat rujukan rumah sakit penanganan Covid-19, kapasitas tingkat keterisian pasien positif korona terkini di rumah sakit, konsultasi kesehatan dengan dokter, hingga panduan melakukan isolasi mandiri secara daring dan bisa diakses 24 jam. Kota dengan cermat bisa memprediksi dan menyediakan fasilitas dan akses kesehatan yang mumpuni, menghitung dukungan dokter, perawat, dan tenaga medis yang dibutuhkan saat ini dan mendatang, serta jaminan asuransi kesehatan dan program kesehatan lain.
Komitmen mewujudkan kota sehat tidak sekadar diamini tetapi sudah harus diimani sebagai bentuk kenormalan baru menuju bangsa kuat, Indonesia Sehat. Sebuah renungan bersama di Hari Kesehatan Nasional di kala pandemi Covid-19.
(bmm)
Lihat Juga :