Bamsoet Berharap BC Center Lahirkan Ide dan Gagasan Strategis
Selasa, 10 November 2020 - 20:19 WIB
loading...
A
A
A
"Saya juga merasa banga bahwa di awal kelahirannya, BS Center langsung menghadirkan hasil riset perdana yang sangat relevan dengan kontekstual, dengan tajuk 'Vaksin Covid-19 dan Arah Pemulihan Ekonomi Indonesia'. Semoga ke depan, BS Center tidak saja semakin produktif melahirkan hasil riset dan penelitian, tetapi juga turut memberi warna kehidupan demokrasi di Tanah Air, dan memberi kontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara," tutur Bamsoet.(Baca juga: Habib Rizieq: Kami Tetap Akan Berdiri Paling Depan Bela Umat, Itu Sudah Tekad )
Sementara itu, Ketua Umum BS Center Ahmadi Noor Supit menjelaskan, BS Center berisi akademisi dan pakar dengan berbagai keahlian. Ketua Pelaksana/Ketua Dewan Pakar dipegang Didin Damanhuri (ahli ekonomi politik).
Anggotanya terdiria atas Arif Satria (ahli ekologi politik), Hamdan Zoelva (ahli hukum), Yandra Arkeman (ahli teknologi dan industri 4.0), Muhammad Firdaus (ahli ekonomi pertanian), Amran Razak (ahli kesehatan masyarakat), Alfan Alfian (ahli politik), serta Setya Lenggono (ahli sosiologi).
Nama lainnya adalah Laura Navika Yamani (ahli epidemiologi), Awalil Rizki (ahli ekonomi makro), Irvan Rahardjo (ahli keuangan asuransi), Ana Mustamin (ahli komunikasi), Auhadillah Azizy (ahli ekonomi kelautan), dan Bhima Yudistira Adhinegara (ahli ekonomi pembangunan).
Supit menegaskan, sebagai lembaga think tank, BS Center terbebas dari kepentingan politis dan tidak berafiliasi ke partai politik maupun golongan tertentu. Independensi maupun kualitas BS Center tak perlu diragukan karena diisi para akademisi dan pakar dengan rekam jejak yang jelas.
Sementara itu, Ketua Umum BS Center Ahmadi Noor Supit menjelaskan, BS Center berisi akademisi dan pakar dengan berbagai keahlian. Ketua Pelaksana/Ketua Dewan Pakar dipegang Didin Damanhuri (ahli ekonomi politik).
Anggotanya terdiria atas Arif Satria (ahli ekologi politik), Hamdan Zoelva (ahli hukum), Yandra Arkeman (ahli teknologi dan industri 4.0), Muhammad Firdaus (ahli ekonomi pertanian), Amran Razak (ahli kesehatan masyarakat), Alfan Alfian (ahli politik), serta Setya Lenggono (ahli sosiologi).
Nama lainnya adalah Laura Navika Yamani (ahli epidemiologi), Awalil Rizki (ahli ekonomi makro), Irvan Rahardjo (ahli keuangan asuransi), Ana Mustamin (ahli komunikasi), Auhadillah Azizy (ahli ekonomi kelautan), dan Bhima Yudistira Adhinegara (ahli ekonomi pembangunan).
Supit menegaskan, sebagai lembaga think tank, BS Center terbebas dari kepentingan politis dan tidak berafiliasi ke partai politik maupun golongan tertentu. Independensi maupun kualitas BS Center tak perlu diragukan karena diisi para akademisi dan pakar dengan rekam jejak yang jelas.
Lihat Juga :