BP2MI Ingin Akhiri Ego Sektoral dalam Penanganan ABK
Sabtu, 09 Mei 2020 - 19:52 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan data, jumlah pengaduan terkait permasalahan ABK dari 2018 hingga 6 Mei 2020 sebanyak 389. Beberapa masalah yang kerap dihadapi ABK, antara lain, gaji yang tidak dibayar berjumlah 164 kasus, 47 meninggal dunia di negara tujuan, 23 ingin dipulangkan, dan 18 penahanan paspor atau dokumen lainnya oleh Perusahaan Penempatan PMI.
ABK banyak menemui masalah di negara seperti Taiwan 120 kasus, 42 di Korea Selatan, 30 di Peru, 23 di China, dan 16 di Afrika Selatan. BP2MI menyebutkan 213 (54,8%) dari 389 kasus telah selesai ditangani. Sementara itu, 176 kasus lain masih dalam proses penyelesaian.
“Kendala yang dihadapi untuk kasus ABK ini adalah belum adanya aturan turunan yang mengatur perlindungan secara khusus bagi PMI ABK. Di samping itu, data ABK sering tidak terdaftar di BP2MI, khususnya ABK yang memiliki risiko permasalahan yang tinggi,” pungkasnya.
ABK banyak menemui masalah di negara seperti Taiwan 120 kasus, 42 di Korea Selatan, 30 di Peru, 23 di China, dan 16 di Afrika Selatan. BP2MI menyebutkan 213 (54,8%) dari 389 kasus telah selesai ditangani. Sementara itu, 176 kasus lain masih dalam proses penyelesaian.
“Kendala yang dihadapi untuk kasus ABK ini adalah belum adanya aturan turunan yang mengatur perlindungan secara khusus bagi PMI ABK. Di samping itu, data ABK sering tidak terdaftar di BP2MI, khususnya ABK yang memiliki risiko permasalahan yang tinggi,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :