BP2MI Ingin Akhiri Ego Sektoral dalam Penanganan ABK

Sabtu, 09 Mei 2020 - 19:52 WIB
loading...
BP2MI Ingin Akhiri Ego...
Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan peristiwa pelarungan jenazah ABK asal Indonesia di Kapal Long Xing 629 menjadi momentum perbaikan pekerja migran Indonesia (PMI) sektor perikanan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyatakan akan memastikan keselamatan anak buah kapal (ABK) Indonesia yang masih bekerja dan telah kembali ke Tanah Air. BP2MI akan mengurus pemenuhan hak-hak ABK yang masih hidup dan yang telah meninggal dunia, seperti gaji, asuransi, dan santunan.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan peristiwa pelarungan jenazah ABK asal Indonesia di Kapal Long Xing 629 menjadi momentum perbaikan pekerja migran Indonesia (PMI) sektor perikanan. Selama ini terjadi ketidakjelasan mengenai pembagian kewenangan tata kelola penempatan dan perlindungan ABK.

BP2MI telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki proses penempatan ABK di kapal berbendera China tersebut. “Juga melayangkan surat ke Mabes Polri untuk mendukung proses penyelidikan kasus-kasus pengaduan ABK yang telah diterima oleh BP2MI,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (9/5/2020).

Benny mendorong percepatan penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Penempatan dan Perlindungan ABK pelaut niaga dan perikanan. Ini akan menjadi instrumen hukum turunan dari Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

BP2MI siap menerima mandat untuk mengelola penempatan PMI secara keseluruhan, termasuk ABK yang akan bekerja di luar negeri. "BP2MI mengharapkan untuk segera diakhiri ego sektoral dalam penanganan ABK dalam proses penempatan maupun perlindungannya,” tutur Benny.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ratifikasi Konvensi...
Ratifikasi Konvensi ILO 188, Perlindungan Pekerja Laut Perlu Diperkuat
Prihatin Kapal TKI Ilegal...
Prihatin Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Malaysia, DPR: Ada Indikasi Kuat Pelanggaran HAM
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan...
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan 3.570 WNI dari Malaysia
Kolaborasi UICI-KP2MI...
Kolaborasi UICI-KP2MI Tingkatkan Kualitas SDM Pekerja Migran
Prabowo Puji Aksi Heroik...
Prabowo Puji Aksi Heroik Sugianto Selamatkan Lansia dari Kebakaran di Korsel
Kementerian P2MI Dukung...
Kementerian P2MI Dukung Kementrans Kirim Masyarakat Transmigrasi Bekerja ke Jepang
Kisah Deni Maulana,...
Kisah Deni Maulana, Anak PMI Yordania yang Sukses Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan...
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan 217 PMI dari Depot Imigrasi ke Tanah Air
Viral Kapal Tanker Pertamina...
Viral Kapal Tanker Pertamina Didominasi Pekerja India, Begini Penjelasan PIS
Rekomendasi
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Berita Terkini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved