Hari Pahlawan, Sekjen MUI Ingatkan Pentingnya Persatuan dan Kesatuan
Selasa, 10 November 2020 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
Anwar mengatakan, jika kondisi tersebut tidak terselesaikan, dikhawatirkan bisa membuat bara api menyala di mana-mana yang itu semua tentu tidak baik, karena kondisi itu akan membuat bangsa ini akan semakin terpecah dan menjadi lemah.
Untuk itulah, Anwar menyarankan agar bangsa ini ke depan tetap utuh dan bisa berdiri dengan kuat dan kokoh di atas kakinya sendiri, kita bisa mengambil pelajaran dari peristiwa 10 November atau momentum Hari Pahlawan yang memperlihatkan kepada kita tentang arti pentingnya persatuan dan kesatuan bagi tercapainya sebuah kemenangan dan cita-cita.
(Baca juga: Logo Partai Ummat Di-Launching Bertepatan dengan Hari Pahlawan dan Kedatangan Habib Rizieq, Kenapa? ).
"Maka, kita sebagai bangsa hari ini benar-benar dituntut untuk bisa menjaga persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa supaya negeri ini tidak porak-poranda dengan melakukan rekonsiliasi nasional upaya di antara kita yang sama-sama mencintai negeri ini ada titik temu," ujarnya.
Dengan begitu, kata Anwar, pihak pemerintah maupun elemen masyarakat diharapkan untuk tidak memaksakan sikap dan pandangannya kepada pihak lain, tetapi menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai acuan bersama supaya polarisasi dan perbedaan pandangan yang ada saat ini tidak semakin meruncing dan memanas.
Untuk itulah, Anwar menyarankan agar bangsa ini ke depan tetap utuh dan bisa berdiri dengan kuat dan kokoh di atas kakinya sendiri, kita bisa mengambil pelajaran dari peristiwa 10 November atau momentum Hari Pahlawan yang memperlihatkan kepada kita tentang arti pentingnya persatuan dan kesatuan bagi tercapainya sebuah kemenangan dan cita-cita.
(Baca juga: Logo Partai Ummat Di-Launching Bertepatan dengan Hari Pahlawan dan Kedatangan Habib Rizieq, Kenapa? ).
"Maka, kita sebagai bangsa hari ini benar-benar dituntut untuk bisa menjaga persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa supaya negeri ini tidak porak-poranda dengan melakukan rekonsiliasi nasional upaya di antara kita yang sama-sama mencintai negeri ini ada titik temu," ujarnya.
Dengan begitu, kata Anwar, pihak pemerintah maupun elemen masyarakat diharapkan untuk tidak memaksakan sikap dan pandangannya kepada pihak lain, tetapi menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai acuan bersama supaya polarisasi dan perbedaan pandangan yang ada saat ini tidak semakin meruncing dan memanas.
Lihat Juga :