Begini Cara Satgas Tegakkan Protokol Kesehatan Corona

Sabtu, 07 November 2020 - 15:20 WIB
loading...
Begini Cara Satgas Tegakkan...
Dalam sebulan lebih beroperasi, alat memonitor perubahan perilaku 3M di masyarakat, menunjukkan sebanyak 20 juta orang dipantau disiplin protokol kesehatan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 (virus Corona), Wiku Adisasmito mengatakan, dalam sebulan lebih beroperasi, alat memonitor perubahan perilaku 3M di masyarakat, sebanyak 20 juta orang dipantau disiplin protokol kesehatan.

(Baca juga: Dengan Kondisi Sekarang, Habib Rizieq Diimbau Jangan Pulang Dulu)

Wiku mengatakan, pandemi Covid-19 telah berlangsung selama 8 bulan. Dan kegiatan masyarakat juga sebagian sudah mulai kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

(Baca juga: Penempatan Pekerja Migran Dinilai Harus Sesuai Nilai Kemanusiaan)

"Kami di Satgas memiliki alat monitor tentang perilaku yang ada di masyarakat. Dan sudah kita operasikan sebulan lebih," kata Wiku di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Senin (9/11/2020).

"Jadi kami bekerja sama dengan TNI, Polri, Satpol PP dan Duta perubahan perilaku yang ada di seluruh Indonesia. Anggota TNI lebih dari 90.000 menyebar di seluruh Indonesia, anggota Polri hampir 200.000 dan juga ribuan Satpol PP dan Duta perubahan perilaku,” ungkap Wiku.

Wiku mengatakan ada sebanyak 500 laporan masuk per detik ke alat monitoring perubahan perilaku. Dan kini, dalam sebulan lebih bekerja sebanyak 20 juta orang dipantau disiplin protokol kesehatan.

"Mereka melaporkan setiap hari, setiap jam tentang penerapan protokol 3M itu di masyarakat, dan real time difoto dan dikirimkan kepada kami, laporannya sekitar 500 laporan per detik dari seluruh Indonesia. Dan saat sekarang ini sudah ada 20 juta orang yang dipantau. Dan dari 4.500.000 titik yang dipantau di seluruh Indonesia," jelas Wiku.

Dari laporan ini, kata Wiku, Satgas akan menilai kepatuhan individu dan institusi. "Ternyata kepatuhan individunya menggunakan masker salah satu contohnya relatif mereka sudah menggunakan masker, ada sekitar 20% yang belum menggunakan belum tertib menggunakan masker. Begitu juga dengan menjaga jarak dan juga cuci tangan," katanya.

"Selain itu kita juga lihat kepatuhan institusi. Jadi kalau tadi sudah dijelaskan oleh para menteri tentang ekonomi yang sudah berjalan dan modal kita ke depan, ternyata kedisiplinan yang menangani termonitor. Dan memang belum seluruhnya disiplin, tetapi itu yang harus kita kerjakan," tambahnya.

Sehingga selama 8 bulan ini, ungkap Wiku terlihat bahwa semua individu maupun institusi sudah mulai beradaptasi dengan kebiasaan baru.

"Dan lonjakan kasus tidak terjadi dengan drastis karena data-data menunjukkan angka kasus aktifnya turun terus, angka kesembuhannya naik terus, kesembuhan naik itu berarti mereka lebih dini melaporkan atau menerima treatment dari rumah sakit dan juga obat-obatan dan seterusnya oleh tenaga kesehatan juga semakin mampu mereka," ungkapnya.

Kata Wiku, ini adalah modal untuk pembangunan ekonomi ke depan, pemulihan ekonomi nasional. "Jadi kalau kita lihat sebenarnya kendali ada terus di pemerintah dan masyarakat juga bisa melihat sendiri kondisinya, karena ini juga asalnya juga dari masyarakat. Semakin kita bisa menjaga perilaku kita secara kolektif dan disiplin, maka tentunya kita juga bisa mulai start untuk pemulihan ekonomi nasional," tegasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Saran Epidemiolog Cegah...
Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Bupati Bengkulu Selatan...
Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Korupsi Dana Covid-19
Presiden Jokowi: Kalau...
Presiden Jokowi: Kalau Sudah Masuk Endemi, Kena Covid-19 Bayar
Kasus Covid-19 di Indonesia...
Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 190, Meninggal 5 Orang
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved