Penempatan Pekerja Migran Dinilai Harus Sesuai Nilai Kemanusiaan

Minggu, 08 November 2020 - 21:15 WIB
loading...
Penempatan Pekerja Migran...
Kekerasan-kekerasan yang dialami oleh pekerja migran dikarenakan pihak yang diikuti oleh pekerja migran tidak memiliki regulasi yang jelas dan tidak memiliki badan hukum. Foto/Ilustrasi/Okezone
A A A
Kasus kekerasan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) beberapa kali terjadi. Peristiwa kekerasan pekerja migran menimbulkan keprihatian yang luas.

Salah satunya adalah kasus dialami Isti Komariah, pekerja migran Indonesia yang meninggal akibat kelaparan karena tidak diberikan makan oleh majikannya di Malaysia pada tahun h2011 silam.

Kekerasan-kekerasan yang dialami oleh pekerja migran dikarenakan pihak yang diikuti oleh pekerja migran tidak memiliki regulasi yang jelas dan tidak memiliki badan hukum.(Baca juga: PBB Doakan Masyumi Lolos Verifikasi di Kemenkumham dan Jadi Peserta Pemilu 2024 )

Menurut Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, penting bagi para calon pekerja migran untuk melewati jalur prosedural yang disediakan oleh Kemnaker. Kemnaker hingga saat ini sudah mengupayakan sosialisasi di desa-desa untuk meningkatkan kesadaran akanpentingnya bekerja di luar negeri melalui jalur prosedural," kata Ida, Minggu (8/11/2020).

Dia menjelaskan, melalui jalur prosedural, para calon PMI dapat ditempatkan di pihak yang mempunyai badan hukum dan regulasi yang jelas.

"Sehingga dapat mengurangi risiko kekerasan dan kemungkinan buruk lainnya," katanya.(Baca juga: Update Corona: 437.716 Positif, 368.298 Sembuh, 14.614 Meninggal )
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SOKSI dan P2MI Teken...
SOKSI dan P2MI Teken MoU Dorong Pekerja Migran Terampil
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ratifikasi Konvensi...
Ratifikasi Konvensi ILO 188, Perlindungan Pekerja Laut Perlu Diperkuat
Prihatin Kapal TKI Ilegal...
Prihatin Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Malaysia, DPR: Ada Indikasi Kuat Pelanggaran HAM
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan...
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan 3.570 WNI dari Malaysia
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
BUMN Ekspor PT DSI Bakal...
BUMN Ekspor PT DSI Bakal Diisi Pekerja Asing, Ini Tugasnya
Rekomendasi
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Berita Terkini
Jokowi dan JK Hadiri...
Jokowi dan JK Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara di Satlat Brimob Cikeas
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Pastikan Jokowi Hadiri...
Pastikan Jokowi Hadiri Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa, Andi Azwan: untuk Buktikan Keaslian Ijazah
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: JPU Abaikan Sejumlah Laporan Pelapor dalam Dakwaan
Presiden Prabowo Jadi...
Presiden Prabowo Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Bhayangkara di Cikeas
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved