Masyumi Reborn Bisa Besar jika Tawarkan Gagasan Istimewa dan Tokohnya Beri Teladan
Senin, 09 November 2020 - 10:33 WIB
loading...
A
A
A
Dosen Universitas Padjadjaran itu menerangkan, saat ini umat muslim Indonesia tidak melihat keteladan dari tokoh-tokoh partai yang berbasis Islam. "Yang terjadi pasca- Reformasi, muncul partai Islam yang akhirnya terjerumus dengan politik kekuasaan," ucapnya.
Perilaku politik yang seperti itu menjadi bumerang. Partai-partai Islam menjadi kurang mendapatkan simpati masyarakat. Bisa dilihat pemilihan umum (pemilu) yang selalu dimenangkan partai berbasis nasionalis.
(Baca juga: Ini yang Bakal Terjadi Jika UAS, Amien Rais dan Habib Rizieq Gabung Masyumi ).
"Lebih cenderung memilih partai nasionalis dibandingkan Islam. Itu yang saya tangkap kenapa partai Islam tidak berkembang karena mereka tidak bisa membedakan ideologi Islam dan nasionalis," pungkasnya.
Perilaku politik yang seperti itu menjadi bumerang. Partai-partai Islam menjadi kurang mendapatkan simpati masyarakat. Bisa dilihat pemilihan umum (pemilu) yang selalu dimenangkan partai berbasis nasionalis.
(Baca juga: Ini yang Bakal Terjadi Jika UAS, Amien Rais dan Habib Rizieq Gabung Masyumi ).
"Lebih cenderung memilih partai nasionalis dibandingkan Islam. Itu yang saya tangkap kenapa partai Islam tidak berkembang karena mereka tidak bisa membedakan ideologi Islam dan nasionalis," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :